Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau proses pembangunan MRT di Harmoni, Jakarta, Selasa (12/5).
JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau proses pembangunan proyek MRT di kawasan Harmoni, Jakarta.
Dalam peninjauan tersebut, Pramono mengatakan Wakil Presiden cukup puas dengan perkembangan proyek MRT yang dinilai menunjukkan progres positif.
“Jadi, secara keseluruhan, beliau menyampaikan rasa gembira dan puas karena beliau juga sudah pernah melihat sebelumnya. Progresnya cukup bagus dan apalagi terowongannya cukup rapi,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/5).
Pramono mengatakan proses pengerjaan itu dilakukan oleh putra-putri Indonesia, sehingga menunjukkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu melakukan pembangunan tersebut dengan baik.
“Yang paling penting adalah kualitasnya harus tetap terjaga,” kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat menyebutkan proses pembangunan MRT dari Bundaran HI hingga Kota Tua saat ini sudah 60 persen rampung per akhir April 2026.
Sedangkan, untuk Bundaran HI hingga Harmoni progresnya sudah mencapai 92,5 persen.
“Mudah-mudahan, sampai dengan akhir tahun ini, mendekati 100 persen untuk Bundaran HI sampai dengan Harmoni,” ucap Tuhiyat.
Untuk Harmoni hingga Mangga Besar, dia mengungkapkan saat ini progresnya baru mencapai 64 persen karena sempat terhambat oleh pandemi COVID-19.
Kemudian, untuk Mangga Besar hingga Kota Tua, Tuhiyat mengatakan proses pembangunannya sudah mencapai 84 persen.
Fase 2A 59,7 Persen
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyebutkan progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, yakni Bundaran HI-Kota Tua saat ini sudah mencapai 59,7 persen.
“Kalau dilihat secara keseluruhan, progresnya sekarang ini sudah 59,7 persen,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa.
Setelah meninjau proyek tersebut bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pramono menjelaskan proyek MRT fase 2A ditargetkan mulai memasuki tahap commissioning atau uji coba pada pertengahan 2027.
Setelah itu, MRT rute tersebut ditargetkan mulai beroperasi hingga Harmoni paling lambat pada akhir 2027.
Sementara itu, Pramono mengatakan jalur MRT hingga Kota Tua ditargetkan rampung pada akhir 2029.
“Kalau ini sudah selesai ruas utama dari Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer, selesai secara keseluruhan di tahun 2029,” ujar Pramono.
Selain melanjutkan proyek MRT Utara-Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menggarap proyek MRT Timur-Barat.
Saat ini, sejumlah segmen masih dalam tahap pembebasan lahan, penetapan trase, serta penentuan titik pembangunan.
Pramono berharap segmen pertama MRT Timur-Barat dapat mulai dinikmati masyarakat pada 2030 apabila seluruh proses berjalan lancar.
Dalam peninjauan tersebut, dia juga menyoroti pembangunan stasiun di kawasan Sawah Besar dan Mangga Besar yang menjadi titik konstruksi terdalam, yakni mencapai sekitar 28 meter di bawah tanah.
“Karena yang ada di Sawah Besar dan Mangga Besar itu adalah stasiunnya terdalam, kurang lebih 28 meter ke dalam, tentunya pekerjaan konstruksinya dibandingkan dengan daerah lain lebih banyak,” tutur Pramono.
Dia pun mengapresiasi ribuan pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut karena seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia. “Yang menggembirakan, 3.800 orang yang bekerja di sana semuanya adalah Indonesia. Ini membuktikan bahwa putra-putri terbaik kita kalau diberikan kesempatan bisa memberikan hasil yang luar biasa,” ungkap Pramono. *
