Gubernur Jakarta, Pramono Anung meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) Arutala di Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara, pada Senin (5/5).
JAKARTA (LB)- Gubernur Jakarta, Pramono Anung menargetkan pembangunan satu Taman Anak Sejahtera (TAS) di setiap kecamatan di Ibu Kota. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem mendapatkan layanan pengasuhan dan pendidikan sejak usia dini.
Hal itu dikatakan Pramono usai meresmikan TAS Arutala di Kebon Bawang, Jakarta Utara, Senin (5/5).
“Sekarang ini kami sudah mempersiapkan ada tiga Taman Anak Sejahtera, dan nantinya saya sudah meminta kepada Kepala Dinas, mudah-mudahan di setiap kecamatan ada satu Taman Anak Sejahtera,” ucap Pramono di lokasi, Senin.
TAS merupakan bagian dari program 100 hari quick wins yang Pramono canangkan saat masa kampanye. Fasilitas ini menampung anak-anak yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memberikan kebutuhan harian secara gratis. Pemprov Jakarta menanggung penuh kebutuhan anak-anak tersebut selama berada di taman tersebut.
“Ini untuk kemiskinan ekstrem yang memang betul-betul keluarga yang tidak mampu,” ucap Pramono.
Kehadiran TAS diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan sejak dini bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pramono juga berharap anak-anak tersebut bisa melanjutkan pendidikan melalui program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Harapan saya pribadi anak ini kalau nanti begitu di SD dan SMP dan seterusnya, mereka bisa mendapatkan KJP, Kartu Jakarta Pintar dan itu betul-betul akan memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat,” kata dia.
Program TAS, merupakan kerja sama antara Pemprov Jakarta, Baznas Jakarta, dan didukung CSR dari sejumlah BUMD.
Ditargetkan 44 TAS dapat dibangun dalam waktu dekat. “Sehingga dengan demikian, sekarang baru ada tiga, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa berkembang menjadi 44 di setiap kecamatan ada satu, karena ini akan sangat baik bagi anak-anak yang memang rata-rata dari keluarga yang sangat tidak mampu,” ucap Pramono.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Sosial Jakarta, Premi Lasari menambahkan, TAS merupakan fasilitas pengasuhan anak dengan pendekatan seperti daycare. Anak-anak yang bergabung diajarkan dasar-dasar pendidikan seperti membaca dan berhitung, serta mendapat makan siang dan seragam. “Sifatnya adalah seperti daycare. Daycare yang memang dari pagi sampai sore kita kasih pendidikan, mereka belajar, bermain sambil belajar, dapat makan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Premi.
“Termasuk seragam juga dapat. Jadi mereka tidak dapat kurikulum, tapi mereka di sini senang-senang,” lanjut dia. *
