Foto bersama Liu Sinfa, DR KDH Tranku, Iin Winarni, Hendryk Karlam, Suparjo, Robert Umbul, Hendrik Cahyadi, Mathius Sassu dengan rombongan peneliti Guangxi Academy of Social Science yang dipimpin He Yuping.
JAKARTA – Pimpinan dan pengurus Indonesia China Small & Medium Enterprises (ICSME) menyambut kunjungan rombongan Peneliti dari Akademi Ilmu Sosial Guangxi (Guangxi Academy of Social Science) di Kantor ICSME, Harmoni Plaza, Jl Suryopranoto, Jakarta, Rabu (8/7) pukul 10.30 WIB lalu.
Rombongan dari Guangxi itu disambut Ketua Umum ICSME Liu Sinfa, Ketua Pembina DR KDH Tranku, Bendahara Iin Winarni, para penasehat seperti Hendryk Karlam, Suparjo, Robert Umbul, Hendrik Cahyadi dan Mathius Sassu.
Rombongan dari Guangxi dipimpin oleh He Yuping selaku Wakil Kepala Peneliti Guangxi Academy of Social Science. Tergabung dalam rombongan itu adalah Cáo Yùjuān, Dù Shēnghào, Liú Shēn dan Lǐ Xīruì.
Pada kesempatan itu Liu Sinfa mengucapkan selamat datang ke Indonesia, khususnya di Jakarta, kepada rombongan dari Guangxi.


Liu Sinfa memperkenalkan peluang bisnis dan investasi di Indonesia yang masih sangat terbuka bagi investor asing, termasuk dari RRT. Liu Sinfa menjelaskan bahwa peluang bisnis itu tersebar di berbagai bidang seperti pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, manufaktur dan lain-lain.
Ia berharap agar rombongan dari Guangxi bisa menyebarkan informasi ini kepada seluruh pengusaha di RRT, khususnya di Guangxi sehingga bisa investasi di Indonesia dan ICSME siap memfasilitasi.
Liu Sinfa juga memperkenalkan tentang berbagai organisasi sosial kemasyarakatan Tionghoa di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini menunjukkan bahwa segenap komponen masyarakat di Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam membangun bangsa Indonesia.


Di saat yang sama, KDH Tranku memperkenalkan tentang potensi bisnis di Indonesia Timur seperti di Sulawesi, Kalimantan dan wilayah lainnya yang masih membutuhkan banyak investor.
KDH Tranku menyampaikan bahwa situasi bisnis di Indonesia sangat kondusif, sehingga investor dari RRT tidak perlu khawatir. ICSME selalu siap untuk membantu memfasilitasi.
He Yuping dalam sambutannya mengatakan tujuan kedatangan mereka ke Indonesia untuk melakukan riset tentang berbagai bidang seperti ekonomi pertanian, perkebunan, kelautan, kehutanan, pelayaran dan lain-lain.
Mereka ingin mendapatkan banyak masukan dari berbagai lembaga dan organisasi. Selain mengunjungi ICSME, mereka juga mengunjungi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) serta ormas lainnya.
Dengan mendapatkan berbagai data dari kunjungannya, mereka bisa menyajikan hasil riset yang diharapkan bisa menjadi informasi penting bagi investor Guangxi atau RRT umumnya sehingga bisa datang berinvestsi di Indonesia.
Pada pertemuan ini, segenap yang hadir terlibat dalam dialog yang interaktif. Dari ICSME Hendryk Karlam, Iin Winarni, Suparjo dan Mathius Sassu juga menyampaikan banyak informasi tentang peluang bisnis dan investasi kepada rombongan dari Guangxi.
Begitu juga dari rombongan Guangxi, semuanya aktif menanyakan banyak hal tentang Indonesia.***
