Generasi Muda Khonghucu Jabar Adakan Dispenkasi – Diskusi Pendalaman Kitab Sishu

Para peserta kegiatan berfoto bersama.

CIANJUR (LB)—Para muda-mudi atau generasi muda Khonghucu Jawa Barat umumnya, dan khususnya mereka yang berdomisili di sekitar wilayah Jabodetabekar mengadakan kegiatan “Dispenkasi – Diskusi Pendalaman Kitab Sishu” XXXV di Gedung Pusat Pendidikan dan Latihan MATAKIN, Cikanyere, Cianjur. Kegiatan dilangsungkan selama tiga hari, 10 – 12 Juli 2026.

          Kegiatan ini setiap tahun rutin diadakan tanpa henti – kecuali semasa Pandemi Covid 19. Dispenkasi diadakan sejak lama, bahkan sudah dimulai sejak era Orde Baru, di saat umat, agama dan kelembagaan Khonghucu mengalami masa pembatasan oleh negara sejak keluarnya Inpres 14/1967, yang mencapai puncaknya ketika keluar SE Mendagri tahun 1978, yang melarang penulisan agama Khonghucu dalam kolom Kartu Tanda Penduduk.

Dampak lanjutannya anak yang beragama Khonghucu tidak boleh lagi mendapat pelajaran agama Khonghucu di sekolah, pernikahan secara Khonghucu tidak bisa dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, Hari Raya Tahun Baru Imlek tidak boleh dirayakan di tempat terbuka, pendirian Kelenteng baru tidak diperbolehkan, dan bahkan Kebaktian agama Khonghucu pun tidak bisa dilaksanakan dengan leluasa.

Munas MATAKIN bahkan tak boleh dilaksanakan di masa 1978-1998 dan baru dibolehkan Munas lagi saat Prof. BJ. Habibie menjadi Presiden.

Sebagai bagian dari “survival of the fittest”, pimpinan MATAKIN, MAKIN dan para aktivis Khonghucu mengadakan kegiatan-kegiatan tertentu yang masih diperbolehkan, meski juga tidaklah mudah.

Salah satunya adalah mengadakan Dispenkasi, sebagai ajang pembinaan dan pertemuan generasi muda Khonghucu, utamanya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Di provinsi lain – seperti Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur juga ada kegiatan serupa, yang dinamai, “WBR -Wisata Bina Rohani” dan “TAPAK -Temu Akrab Pemuda/i Agama Khonghucu”.

Ketum MATAKIN Xs. Budi S Tanuwibowo berfoto bersama panitia dan pengurus lainnya.

          Dengan adanya Dispenkasi tentunya juga WBR dsn TAPAK, tercapai beberapa hal strategis, antara lain (1) Kaderisasi umat tetap berjalan, tidak terputus, meski kondisi umat dan kelembagaan agama Khonghucu mengalami pembatasan yang lama, sejak 1967 atau efektif 1978 sampai dengan paruh pertama tahun 1998.

 (2) Terbangun dan terjaga jalinan pertemanan dan komunikasi yang intens, baik antar sesama generasi muda, juga antar orangtuanya. Bahkan tak jarang banyak yang bertemu jodoh disana, berkeluarga dan menjadi benteng pertahanan keimanan umat.

 (3) Timbul pendalaman pemahaman ajaran Khonghucu di kalangan generasi muda di tengah banyak tidak beroperasinya rumah ibadah dan dilarangnya ajaran Khonghucu di sekolah.

(4) Dispenkasi secara tidak langsung juga mengajarkan kepemimpinan bernafaslam ajaran Khonghucu, (5) Mendorong dan menjadi contoh kegiatan di tengah paceklik untuk terus berjuang tanpa kenal henti.

          Ada pun kegiatan Dispenkasi tahun ini dikoordinir oleh para kader muda dari MAKiN Cibinong, dam diselenggarakan pertama kalinya di Gedung milik umat Khonghucu sendiri.

Selain memompa anak-anak muda untuk meresapi semangat juang para seniornya, dalam sambutannya saat membuka Dispenkasi XXXV, Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo juga menyampaikan bahwa 21-22 Agustus 2026 mendatang akan diadakan Temu Generasi Muda Khonghucu se Indonesia untuk menyiapkan Generasi Muda menyongsong 100 Tahun Indonesia. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *