Foto bersama Ronald Sjarif, Ny Ronald, Williams Wongso, dewan juri (wasit) dan peserta pertandingan.
JAKARTA– Dalam rangka memperingati Sejit Yang Mulia (YM) Kongco Lupan, Kelenteng Lupan menggelar Pertandingan Persahabatan Barongsai Tonggak, yang berlangsung di kompleks Kelenteng Lupan, Jl Pinangsia I no 49, Jakarta, Minggu (26/7) mulai pukul 14.00 WIB – selesai.
Sebelum pertandingan, dilangsungkan acara penghormatan di depan altar Kelenteng oleh Pengurus Kelenteng Lupan dan Pengurus Guang Zhao Jakarta, lalu disusul penghormatan oleh seluruh tim barongsai.
Pertandingan persahabatan sendiri diikuti oleh 7 tim yakni tim Lupan Bio, Kong Ha Hong, Kwan Tek Bio A, Kwan Tek Bio B, Sian Djin Ku Po, Huang He A dan Huang He B.
Seluruh peserta secara bergilir memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Atraksi di atas tonggak diiringi dengan musik khas barongsai.



Dewan juri pun memutuskan para pemenang sebagai berikut. Juara pertama diraih tim Kwan Tek Bio A disusul tim Kong Ha Hong dan Kwan Tek Bio B.
Posisi keempat hingga ketujuh masing-masing menjadi milik tim Sian Djin Ku Po, tim Lupan Bio, tim Huang He A dan tim Huang He B.
Seluruh juara mendapatkan piala penghargaan dan uang pembinaan.
Di sela-sela acara pertandingan itu ditampilkan senam taiji, pertunjukan thai boxing dan wushu.



Pimpinan (Locu) Kelenteng Lupan, Williams Wongso (Alun) mengaku gembira dengan pelaksanaan acara ini. “Terima kasih kepada segenap peserta pertandingan yang sudah mendukung acara sejit ini. Kehadiran teman-teman merupakan kegembiraan bagi kami sebagai pengurus dan keluarga besar Kelenteng Lupan,” kata Alun.
Ia berharap para peserta bisa kembali ambil bagian dalam berbagai acara yang digelar Kelenteng Lupan di waktu-waktu yang akan datang.
Tokoh barongsai Indonesia yang juga Pembina Tim Barongsai Kong Ha Hong, Ronald Sjarif mengaku gembira dengan pelaksanaan acara ini. Apalagi para peserta sebagian besar terdiri dari para remaja dan anak-anak muda.
“Saya senang yah, karena anak-anak kita yang antusias bermain barongsai begitu banyak. Ini kan olahraga yang keras dan berisiko, tetapi semangat anak-anak kita patut diapresiasi. Semoga ke depan, semakin banyak tim yang mengikuti pertandingan, baik resmi maupun persahabatan. Kali ini, walau dalam kategori persahabatan, tetapi mereka bertanding di depan dewan juri atau wasit yang bersertifikat internasional. Jadi ini sangat luar biasa,” kata Ronald.***
