Penyelesaian Akhir Jadi Masalah Timnas Indonesia

Laga Timnas Indonesia melawan Bulgaria.

JAKARTA – Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026 yang berlangsung di  Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3) malam WIB.

Gol semata wayang Bulgaria dicetak Marin Petkov dari titik putih dalam laga Hadiah penalti diberikan kepada Bulgaria setelah pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks.

Secara keseluruhan, Garuda memegang kendali permainan dengan penguasaan bola 71 persen berbanding 29 persen untuk Bulgaria. Namun percobaan Indonesia hanya enam kali, berbanding sembilan kali untuk Bulgaria.

Dari sembilan percobaan, dua di antaranya hampir membobol gawang Bulgaria yang berhasil ditepis kiper Bulgaria Dimitar Mitov. Peluang Ole Romeny dan Rizky Ridho ditepis, lalu membentur mistar gawang.

Pelatih Garuda John Herdman menyayangkan dua peluang timnya membentur mistar gawang. “Kombinasi permainan untuk menembus Bulgaria sangat top level. Kenapa tidak mencetak gol? Silakan tanya mistar gawang. Kami punya kualitas yang bisa diperbaiki dari segi kualitas penyerangan. Beckham (Putra) menunjukkan kemampuan menghadapi para pemain Eropa yang lebih besar. Donny (Tri) bisa menjadi pemain besar setelah penampilannya dari bangku cadangan. Masih banyak yang akan dicapai, ini baru permulaan,”  kata Herdman kepada wartawan.

Menurut pelatih asal Inggris, hasil pertandingan ini tidak mencerminkan situasi laga. Penguasaan bola yang lebih unggul atas Bulgaria menjadi salah satu contohnya.

“Bulgaria ranking 88, tapi Timnas Indonesia main lebih baik. Selamat kepada Bulgaria memenangi pertandingan, mereka menahan tempo yang hasilnya bagus buat mereka. Ini pelajaran, meski sakit. Bulgaria tim Eropa. Tapi kami mengontrol lini tengah, dengan Joey (Pelupessy), (Calvin) Verdonk, Ivar (Jenner), Beckham (Putra) ada konektivitas di antara mereka,”  tutur Herdman.

Tercatat ada 61 umpan memasuki sepertiga akhir sementara Bulgaria hanya punya 17 dalam aspek yang sama. Ini diperkuat dengan catatan 31 sentuhan di kotak penalti lawan oleh timnas, berbanding hanya 11 dari Bulgaria.

Walau demikian Herdman mengakui penyelesaian akhir jadi masalah utama timnya. Padahal, ia merasa bahwa Tim Garuda sudah mampu membangun serangan dengan sangat baik.

“Saya pikir dalam 20 menit terakhir dengan Beckham dan Dony Tri, kami melihat sedikit peningkatan kualitas ketika permainan semakin terbuka. Jadi kami akan terus bekerja di area itu. Ini akan menjadi proses progresif, tetapi kami sudah hampir menang. Saya pikir kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, tetapi kami akan terus bekerja,” ujar Herdman.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tetap bangga dengan penampilan timnya. Meski kalah, Tim Merah Putih sebenarnya mampu tampil dominan. Menurutnya, skuad Indonesia mulai mampu menerapkan apa yang diinginkan Herdman.

Duel melawan Bulgaria merupakan laga kedua Herdman sebagai pelatih Tim Garuda. Ia mencatatkan debut dengan Indonesia saat menang 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis pada laga semifinal FIFA Series.

“Pertama-tama, saya sangat bangga dengan tim. Saya pikir kami memainkan pertandingan yang bagus. Namun, kami tidak menang. Kami memiliki beberapa peluang. Saya sangat bangga dengan tim. Anda tahu, kami memiliki pelatih baru, staf baru, dengan ide-ide baru, dan Anda dapat melihat kami mencoba menerapkannya segera. Saya sangat bangga dengan para pemain karena kami telah melakukan yang terbaik, bahkan dalam waktu yang singkat. Pada akhirnya, ya, kami tidak menang. Namun ini adalah langkah-langkah awal yang baik dalam perjalanan baru kami,”  ujar Idzes.

Sementara pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov mengaku senang dan merasa sangat emosional.  “Saya sangat senang dan begitu emosional. Ini hal yang baik untuk menang. Saya ingin mengucapkan selamat kepada pemain saya karena mereka begitu serius dan profesional di turnamen ini. Mereka menunjukkan selama satu pekan di sini bahwa mereka cinta negara mereka. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada warga Bulgaria,”  kata Dimitrov.

Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kehangatannya selama mereka berada di Jakarta. “Saya berterima kasih kepada warga Indonesia atas kehangatannya. Tentu pula kedubes Bulgaria yang sudah membantu kami. Tujuan kami ingin terus membangun tim dengan mengembangkan pemain muda. Masih ada Nations League di musim gugur. Saya sangat senang,” kata Dimitrov.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *