SERANG (LB)- Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,1 miliar pada 2026 untuk membiayai operasional layanan Trans Banten. Dengan dukungan anggaran tersebut, layanan transportasi umum Trans Banten tetap digratiskan meski telah memasuki tahap operasional penuh.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo mengatakan kebijakan melanjutkan operasional Trans Banten mengikuti arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Program yang sebelumnya berjalan dalam masa uji coba sejak Oktober 2025 kini resmi berstatus operasional.
“Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, Trans Banten berlanjut. Sekarang sudah berjalan, bukan uji coba lagi,” ujar Tri di Kota Serang, Minggu (11/1).
Tri menegaskan, Dishub Banten tetap mempertahankan kebijakan tarif gratis tanpa batas waktu tertentu. Pemerintah daerah menilai kebijakan tersebut efektif mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum sekaligus menekan biaya transportasi harian.
Selain itu, Dishub Banten memperkuat layanan dengan menambah jumlah armada. Saat ini, Trans Banten mengoperasikan empat unit bus, bertambah dua unit dari jumlah sebelumnya.
Penambahan armada tersebut bertujuan memperpendek waktu tunggu penumpang dan meningkatkan kenyamanan layanan.
“Sekarang total ada empat armada yang beroperasi. Interval kedatangan kami upayakan setiap 30 menit sekali,” jelasnya. Melalui kebijakan ini, Pemprov Banten berharap Trans Banten mampu menjadi alternatif transportasi publik yang andal, terjangkau, dan diminati masyarakat. *
