Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, program rumah antigempa tersebut akan menjadi model perumahan tahan bencana yang bisa diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
BANDUNG (LB)- Pemkot Bandung berencana membangun rumah antigempa pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah perkotaan. Program percontohan itu, akan membangun sepuluh unit rumah yang dirancang tahan terhadap gempa.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, program rumah antigempa tersebut akan menjadi model perumahan tahan bencana yang bisa diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa. Strategi mitigasi bencana, tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat lebih tanggap, dan sigap saat situasi darurat terjadi. Pengetahuan mereka tentang lingkungan sangat berharga,” kata Erwin pada Senin (10/11).
Selain pembangunan rumah antigempa, pihaknya akan mengadakan edukasi dan simulasi bencana. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mampu bertindak cepat, tepat dan aman saat bencana melanda.
“Kegiatan ini termasuk penyusunan sistem koordinasi tanggap darurat berbasis wilayah yang melibatkan pemangku kepentingan hingga tingkat paling bawah,” ucapnya.
Program rumah antigempa dan edukasi masyarakat tersebut, menjadi bagian dari strategi membangun Kota Bandung sebagai kota tangguh bencana.
Erwin menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi hasil sinergi seluruh elemen masyarakat. “Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kota lebih siap menghadapi bencana. Pemerintah hadir nyata dalam menghadapi persoalan bencana, melalui program strategis dan kolaborasi lintas sektor dengan BPBD,” ujar dia. *
