Pedri Bicara Soal Yamal, Trofi dan Ballon d’Or

Pedri dan Lamine Yamal, Pemain Timnas Spanyol

VALENCIA – Spanyol berhasil melaju ke semifinal UEFA Nations League. Kepastian tersebut didapat usai mereka mengatasi perlawanan sengit Belanda di perempatfinal. Hanya saja, penalti Lamine Yamal yang gagal disorot.

La Furia Roja menang 5-4 lewat adu penalti pada leg kedua perempatfinal di Stadion Mestalla, Senin (24/3) dinihari WIB. Laga harus ditentukan lewat adu penalti usai imbang 3-3 selama 120 menit. Agregat sama kuat 6-6 karena pada leg pertama laga juga berakhir imbang 3-3.

Tiga gol Spanyol pada laga leg kedua lahir lewat brace Mikel Oyarzabal dan torehan Lamine Yamal. Belanda membalas melalui gol-gol dari Memphis Depay, Ian Maarten dan Xavi Simons.

Pada babak adu penalti, dua penendang Belanda yaitu Noa Lang dan Donyell Malen gagal menjalankan tugasnya. Sementara di kubu Spanyol hanya Yamal yang gagal bikin gol lewat titik putih.

Kegagalan Yamal mengeksekusi penalti ini sedikit menodai penampilan bagusnya di laga ini. Ia jadi ancaman utama untuk lini belakang Belanda.

Pedri yang jadi penentu kemenangan Spanyol lewat adu penalti menilai Yamal akan belajar banyak dari kegagalannya mengeksekusi penalti di laga melawan Belanda. Skuad La Furia Roja sama sekali tak memberi tekanan setelah Yamal gagal menjalankan tugasnya saat adu penalti.

“Saya rasa ia adalah pemain yang belajar dari itu, kami tidak bisa menekannya. Ia adalah pemain yang harus dijaga, Yang terpenting, kami dan dia bisa menikmati bermain lapangan, itulah yang harus ia lakukan,”  ujar Pedri soal Yamal dikutip dari Barca Blaugranes.

Pedri  dan Yamal pastinya lelah sepanjang pekan ini. Setelah membela Timnas Spanyol, keduanya bakal bermain dua kali dalam waktu tiga hari.  

Tiga hari selepas membela La Furia Roja, Yamal dan Pedri bakal main di laga tunda Barcelona kontra Osasuna, Jumat (28/3) dini hari WIB atau Kamis malam waktu setempat. Laga ini ditunda dua pekan lalu karena ada dokter tim Barcelona yang meninggal dunia.

Dua hari kemudian, Barcelona bermain di kandang lagi menghadapi Girona, Minggu (30/3) malam WIB. Bukan situasi yang menyenangkan, tapi Pedri mau tak mau harus menjalaninya.

Apalagi Barcelona tidak akan diperkuat Raphinha dan Ronald Araujo yang baru selesai membela timnasnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 48 jam sebelumnya.

“Kami memang sedikit lelah, tapi kami Barcelona, jika mereka mereka bilang kami harus main Kamis, ya kami bakal main. Kami akan melakukan apapun untuk menjuarai LaLiga,” ujar Pedri seperti dikutip ESPN.

Lantas bagaimana obsesi Pedri musim ini?

Ia mengaku lebih senang untuk memenangi treble daripada Ballon d’Or. Barca memang sedang dalam performa menjanjikan untuk mencapainya.

Setelah nirgelar di 2023/2024, Barcelona bangkit usai dibesut Hansi Flick. Sampai bulan Maret 2025, Blaugrana masih dalam persaingan gelar tiga kompetisi utama.

Di Liga Spanyol, Barcelona bercokol di puncak klasemen setelah mengumpulkan 60 poin (sama dengan Real Madrid) dengan satu laga sisa. Barca juga menembus semifinal Copa del Rey, yang ditandai dengan skor 4-4 melawan Atletico Madrid, sebulan lalu.

Laju mulus juga dilakoni Barca di Eropa. Pedri dkk tiba di perempatfinal Liga Champions setelah menggulung Benfica lewat keunggulan agregat 4-1. Tak bisa dipungkiri, besar peluang Barca untuk merebut treble ketiga dalam sejarah klub, atau yang pertama sejak 2015.

“Saya  lebih suka memenangi treble daripada Ballon d’Or. Jika Ballon d’Or datang, saya ingin penghargaan itu datang bersama titel-titel kolektif. Dinominasikan itu sebuah mimpi, tapi memenangi semua trofi itu lebih penting buat saya,” sahut dia dilansir SPORT.

Terkait UEFA Nations League, ia mengaku siap menghadapai  Prancis pada 6 Juni 2025. “Laga itu pasti seru. Kami akan berjuang untuk menang dan lolos ke babak final. Saya ingin meraih trofi bersama timnas,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *