Pajak Restoran Penyumbang PAD Terbesar dari Sektor Pariwisata di Kota Tangerang

Sejumlah warga berjalan di jembatan saat berwisata di Situ Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Situ seluas 50 hektare tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alternatif bagi masyarakat yang memiliki fasilitas jogging track, wisata air dan warung kuliner. 

TANGERANG (LB)- Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten menyebutkan sektor pajak restoran menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Boyke Urip Hermawan di Tangerang, Jumat (17/4) mengatakan PAD sektor pariwisata tahun 2025 terealisasi sebesar Rp528 miliar dengan rincian Rp80 miliar dari hotel, Rp425 miliar dari restoran dan Rp22 miliar dari hiburan.

“Dari PAD tahun 2024 sebesar Rp470 miliar, penyumbang terbesar pendapatan dari restoran, Begitu juga di tahun 2025. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang,” kata Boyke Urip Hermawan.
Boyke menjelaskan jumlah wisatawan tahun 2025 sebesar Rp13,9 juta dengan rincian yakni 1.5 juta wisatawan nusantara, 311 ribu wisatawan mancanegara dan 12,1 juta wisatawan objek wisata.

Adapun faktor yang menunjang peningkatan PAD dari sektor pariwisata yakni berbagai program dan acara yang mampu menarik minat kunjungan wisatawan.

“Pemkot Tangerang akan terus mengoptimalkan pengelolaan destinasi serta memperkuat promosi wisata secara lebih terarah dan berkelanjutan. Karena PAD ini juga digunakan untuk pembangunan kota,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin menambahkan kemudahan akses menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Kota Tangerang juga didukung oleh infrastruktur pariwisata yang memadai, dengan lebih dari 103 hotel/apartemen serta lebih dari 1885 restoran/cafe/ dan usaha kuliner yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Tangerang di antaranya keterbatasan wisata alam, optimalisasi pengelolaan destinasi, keterbatasan anggaran, hingga peningkatan kualitas penyelenggaraan pariwisata.

“Kita harus menjawab tantangan ini dengan inovasi. Mulai dari pengembangan destinasi buatan, peningkatan kualitas event, hingga kolaborasi dengan pelaku industri kreatif,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Tangerang juga akan memperkuat promosi wisata berbasis digital serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan daya tarik kota sebagai destinasi wisata. “Dengan tren positif tersebut, Pemkot optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD Kota Tangerang,” ujarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *