Orangtua Protes Akses Jalan ke SMA 6 dan SMP 17 Tangsel Ditutup Saat Hari Pertama Sekolah  

Gerbang akses sekolah yang masih digembok dan orang tua tidak bisa mengantar hingga ke lingkungan sekolah.

TANGSEL (LB)- Orangtua murid protes lantaran akses jalan menuju SMPN 17 dan SMAN 6, Tangerang Selatan, tertutup saat mengantarkan anaknya masuk sekolah di hari pertama.

Dari pengamatan di lokasi, gerbang tersebut dipasangi rantai dan digembok, sehingga para orangtua tidak bisa membawa kendaraannya masuk ke lingkungan sekolah. Padahal, posisi sekolah masih berjarak 300 meter lagi dari gerbang yang merupakan milik warga Perumahan Pamulang Permai. Sedangkan sekolah berada di dalam lingkungan perumahan itu.

Mereka terpaksa harus memarkirkan kendaraannya, baik itu roda dua maupun roda empat di pinggir jalan, tepatnya di sepanjang Jalan Pamulang Permai I, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tidak hanya itu, para orangtua juga tidak bisa mengantarkan anaknya hingga ke lingkungan sekolah. Mereka hanya bisa mengantar sampai gerbang perumahan saja.

“Jadi gimana ya, hari pertama masuk sekolah anak saya, harusnya bisa didampingi tapi ini malah enggak bisa didampingi,” ujar orang tua murid SMP 17, Yoyo (39) saat ditemui di lokasi, Senin (14/7) Ia juga mengaku kesal lantaran tidak diperbolehkan mengantarkan sang anak hingga ke lingkungan sekolah. “Padahal momentum yang sangat jarang, apalagi hari pertama yang harusnya didampingi, ini malah enggak bisa,” kata dia.

Sementara itu, orangtua murid lainnya, Ratna (33), merasa sangat menyayangkan akses sekolah harus ditutup.

Pasalnya, permasalahan SPMB yang awalnya hanya melibatkan antara orang tua murid SMAN 6 Tangsel dan warga setempat, justru berdampak ke pihak lainnya.

Oleh sebab itu, dia berharap permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan dan menemukan titik terangnya.

“Sedih juga sebenarnya tapi harapan saya dan mungkin orang tua yang lain, untuk bisa dibuka aksesnya dan bisa bermusyawarah,” ucap Ratna.

“Mudah-mudahan ada jalan keluar yang lebih baik. Itu sih harapan dari saya,” tambah dia.

Sebelumnya, akses jalan di menuju SMPN 17 dan SMAN 6 Tangsel ditutup warga sejak Kamis (3/7). Mereka memasang gembok dan spanduk yang bertuliskan permohonan maaf mereka karena harus menutup akses tersebut. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Penutupan jalan sementara,” begitu tulisan dalam spanduk yang berukuran dua kali satu meter itu.

Pada bagian bawah spanduk yang bewarna kuning itu, tertulis alasan mereka menutup akses jalan tersebut. “Akses ini ditutup karena sistem penerimaan siswa mengabaikan hak anak-anak kami bersekolah di lingkungan sendiri,” tulisan pada spanduk itu. Warga setempat mengaku telah tiga kali berdialog dengan pihak sekolah terkait jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di SMA Negeri 6 dan SMP Negeri 4 Tangsel. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, warga menyampaikan kekecewaannya lantaran tak satu pun dari sembilan anak yang mendaftar ke sekolah tersebut diterima. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *