Selebrasi Murillo Santiago Costa dos Santos usai mencetak gol ke gawang Liverpool.
LIVERPOOL – Nottingham Forest membungkam tuan rumah Liverpool dengan skor 3-0 dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris di Anfield, Merseyside, Sabtu (22/11) malam WIB.
Liverpool sebenarnya memulai pertandingan dengan terus mendikte permainan melalui penguasaan tempo dan mencoba untuk membongkar pertahanan The Forest.
Namun keasyikan menyerang, Liverpool justru lengah. Di menit ke-33, berawal dari tendangan sudut terjadi perebutan bola di dalam kotak penalti. Murillo (Murillo Santiago Costa dos Santos) mendapatkan bola liar langsung melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang yang tidak bisa dijangkau Aliison Becker.
Satu menit kemudian, Igor Jesus menceploskan bola ke gawang The Reds. Namun gol ini dianulir oleh wasit Andy Madley setelah terjadi handball dalam proses gol yang tercipta.
Saat babak kedua baru berjalan satu menit, Nicolo Savona membuat publik Anfield terdiam. Neco Williams melepaskan umpan terukur yang langsung disambut oleh Savona di dalam kotak penalti.
Dalam posisi tertinggal, Liverpool bermain terus mendominasi penguasaan bola namun kesulitan untuk mengirimkan umpan-umpan kunci ke pertahanan The Forest.
Justru Nottingham mampu menambahkan keunggulan pada menit ke-78. Morgan Gibbs-White menyambut bola liar yang mengarah di dalam kotak penalti.
Kemenangan ini membuat Forest melanjutkan tren positif di tangan pelatih anyar Sean Dyche dengan memetik dua kemenangan beruntun di Liga Inggris. The Forest mengantongi 12 poin dari 12 pertandingan, Sementara itu, The Reds mengantongi 18 poin dari 12 pertandingan.
Sean Dyche memuji kerja keras para pemainnya. “Kami harus terus berjuang. Perjalanan kompetisi masih panjang. Semuanya belum usai. Tapi apa adanya, ini adalah penanda yang bagus tentang tim ini. Pemain berkomitmen pada tujuan. Karena satu hal yang saya pelajari tentang Liga Primer, tentu saja Anda membutuhkan bakat. Anda tidak akan menjadi pemain Liga Primer jika tidak memiliki bakat,” kata Dyche dilansir dari OneFootball.
Dyche juga senang dengan cara timnya menerapkan taktik permainan.“Kami mengubah gaya taktis secara drastis di laga ini.Saya bilang kami tidak akan lengah, jangan khawatir. Orang-orang boleh mempertanyakannya. Saya tidak ambil pusing. Saya bilang kami akan bermain bertahan karena mereka akan menekan habis-habisan, yang mereka coba lakukan di awal pertandingan,” ujarnya.
Lebih jauh Dyche menyebutkan bahwa skuadnya tahu apa yang harus dilakukan di lapangan.“Saya tahu kami punya pemain yang mumpuni. Anda tahu, jika Anda melihat penampilan sejauh ini, saya pikir pemain tahu kami bisa memadukan gaya sepak bola kami dan memainkan sepak bola yang bagus, seperti yang orang-orang sebut sekarang,” ujarnya.
Sementaramanajer Liverpool Arne Slot mengakui timnya memang lagi jeblok. Ini tentu bukan start yang diinginkan Liverpool musim ini setelah belanja besar-besaran yang dilakukan kemarin. Celakanya para pemain Liverpool berharga mahal seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz belum bisa tampil bagus.
“Kami punya banyak pemain bagus. Sudah jadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip BBC Sport.
Pada pekan sebelumnya, Mohamed Salah dan kolega diganyang Manchester City dengan skor identik 3-0 di Etihad Stadium.
Pasukan Slot mengulangi rekor buruk yang dialami klub 60 tahun lalu di mana selalu kalah lebih dari 3 gol dalam 2 laga beruntun di Liga Inggris.
Terakhir kali Liverpool mengalami itu pada April 1965 semasa dilatih manajer legendaris klub, Bill Shankly. Liverpool, yang kala itu berstatus juara bertahan Liga Inggris, keok 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.
Liverpool saat ini sudah menelan kekalahan 8 kali dalam 11 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Di Liga Inggris, mereka telah 6 kali tumbang dari 12 pertandingan.***
