Newcastle Kini Hanya Bisa Berharap Isak Tak Jadi Hengkang  

Alexander Isak, Pemain Newcastle United.

NEWCASTLE UPON TYNE – Newcastle United menghadapi problem serius musim panas ini. Striker andalan, Alexander Isak, menginginkan hengkang dari klub.

Newcastle sebenarnya dalam posisi kuat terkait Isak. Kontrak penyerang 25 tahun itu masih berlaku sampai 2028 dan tak ada desakan finansial untuk menjual.

Hanya saja minat dari Liverpool mendatangkan dinamika baru. Meski awalnya klub bisa menegaskan tak mau menjual, tapi kemudian Isak goyah dan bikin situasi lebih rumit.

Suasana yang kondusif di Newacastle kini berubah jadi rumit. Apalagi dengan kontribusi Isak yang membantu tim memenangi Piala Liga Inggris serta kembali ke Liga Champions, Newcastle niscaya tak ingin merusak hubungan baik itu.

Manajer Newcastle Eddie Howe menyebut saat ini pembicaraan tengah berlangsung dengan Isak, tapi bukan soal pembaruan kontrak. Sebab ada keyakinan Newcastle ingin mencoba mempertahankan pemainnya itu dengan menaikkan bayarannya.

“Tentu saja ada hal-hal berjalan di belakang layar. Perbincangan yang terjadi antara Alex dan kami, dan Alexa dengan klub, akan tetap privat. Dia sangat popular di ruang ganti dan akan menginginkan dia untuk melanjutkan perjalanan di Newcastle,” ujar Howe dikutip Sky Sports.

Howe menyebutkan saat ini pembicaraan mengenai kontrak belum dilakukan. Untuk saat ini, ia cuma bisa berharap Isak bertahan di tim.

“Tidak ada pembicaraan kontrak yang berlangsung saat ini, itu akan dilakukan nanti, kemungkinan, Saya tentunya berharap dia bertahan. Tapi ini sepakbola, siapa yang tahu masa depan akan bagaimana,” kata Howe.

Tentu saja isu seputar masa depan Isak ini mengganggu fokus tim untuk persiapan menuju musim baru. Buktinya Newcastle kalah 0-4 dari Celtic FC di laga uji coba pertamanya pekan lalu.

Kebetulan Isak saat itu tidak main karena dipulangkan ke Newcastle terkait cederanya. Kapten Newcastle United Bruno Guimaraes cuma berharap Isak sudah fit ketika tim kembali dari tur pramusim, agar bisa mempersiapkan diri menuju musim baru.

“Saya dekat sekali dengan dia (Isak). Dia orang yang baik. Dia lagi melalui masa-masa sulit saat ini. Fokus saya adalah bersama pemain. Soal Isak, saya tidak bisa mengontrol sama sekali,” ujar Guimaraes kepada Daily Mail.

Baginya, itu adalah urusan klub dan bukan pemain. “Klub yang harus mengontrolnya. Saya harap dia sudah fit ketika kami kembali ke Newcastle untuk persiapan musim depan. Mereka bilang ke kamu bahwa dia ditinggal di Newcastle karena cedera. Tentu dia itu pemain top dan kami kehilangan dia di tur ini. Kami butuh dia secepatnya,” kata Guimaraes.

Mantan penyerang Aston Villa Gabriel Agbonlahor menilai Newcastle seharusnya tak kaget-kaget dengan hal ini. Isak, dengan segala potensi besarnya, memang semacam ditakdirkan untuk bergabung ke klub yang skalanya lebih besar.

“Dia sudah berada di Newcastle hampir tiga tahun. Dia punya tiga tahun tersisa pada kontraknya, tapi dia mungkin berpikir lain. Newcastle, klub besar di Newcastle. Newcastle bukan klub besar dalam skala dunia. Cuma di Newcastle saja, itu adalah fakta. Para suporter Newcastle bisa datang dan beradu argumen dengan saya.  Sebagai pemain ia ingin mengatakan ‘saya bukan cuma ingin main di Liga Champions, saya mau menjuarainya’,” tandas Agbonlahor.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *