MU Tersingkir dari Ajang Carabao Cup

CLEETHORPES –  Manchester United  (MU) tersingkir dari ajang Carabao Cup. Mereka dikalahkan tim divisi empat Grimsby Town  Manajer Ruben Amorim sulit berkata-kata, minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para penggemar.

Laga babak kedua Carabao Cup alias Piala Liga Inggris antara kedua tim berlangsung di Blundell Park, Kamis (28/8) dini hari WIB. Skor imbang 2-2 di waktu normal. Lanjut di adu penalti, tim divisi keempat yang berada di Football League Two itu kemudian menang 12-11.

“Sulit untuk membicarakan hasil laga ini.  Saya cuma bisa bilang, benar-benar minta maaf kepada para penggemar. Saya tidak bisa berkata apa-apa, maafkan saya. Yang terpenting, kami harus bangkit. Kami harus terima, tim terbaik menang di laga ini,”   ujarnya seperti dilansir dari BBC.

Manchester United pun belum menang di awal musim kompetisi 2025/2026. MU kalah 0-1 dari Arsenal dan diimbang Fulham 1-1 di Liga Inggris, serta tersingkir lebih cepat di Carabao Cup.

“Cara kami memulai pertandingan tanpa intensitas, kami benar-benar kehilangan arah. Jadi mari lanjut fokus ke laga berikutnya.  Saya pikir sudah sangat jelas apa yang terjadi. Kami punya laga untuk dimainkan di akhir pekan nanti dan harus fokus,” kata Amorim.

Bagi Grimsby Town, hasil ini  akan diingat selamanya. Meski tim divisi empat Liga Inggris, The Mariners tak menunjukkan diri inferior di hadapan MU.

“Anda ditampar ikan,” tulis keterangan akun resmi Grimsby di akun resmi X klub, yang juga memuat foto pemainnya memegang boneka ikan.

Ikan dan kapal laut terdapat di logo Grimsby Town. Klub ini sudah berdiri sejak 1878 dengan julukan The Mariners. “Luar biasa. Saya rasa ini akan menjadi momen yang akan tercatat dalam sejarah klub untuk waktu yang lama. Saya tahu banyak penggemar menantikannya, kami juga menantikannya, jadi ini akan menjadi momen yang akan selalu terkenang, saya bisa bayangkan,” kata gelandang Grimsby Town, Kieran Green, kepada ITV.

Yang menarik kiper Grimsby, Christy Pym, rupanya penggemar MU. Pym menunjukkan penampilan spektakuler di bawah mistar gawang Grimsby Town. Selama beraksi di atas lapangan, Pym membuat tujuh penyelamatan termasuk enam di dalam kotak penalti. Pym juga menangkis tembakan Matheus Cunha di tos-tosan.

Kiper berusia 30 tahun itu tidak menyangka Grimsby Town akan mampu mengalahkan Manchester United. Pym mengaku sedikit tak rela karena MU tersingkir, sembari memberi kredit kepada rekan-rekan setimnya.

“Saya belum bisa mencerna ini. Saya kan penggemar Man United, jadi sedikit setengah marah. Untuk malam seperti inilah Anda ingin memainkan pertandingan sepakbola. Sangat indah. Saya seharusnya melakukan sedikit lebih baik (di adu penalti), bukan?  Saya membuat satu penyelamatan untuk membantu kami bertahan di dalam pertandingan, dan para pemain melakukan sisanya. Ini bagus sekali,”  urai Pym.

Di laga itu sendiri, MU tertinggal 0-2 di babak pertama akibat gol dari Charles Vemam dan Tyrell Warren. Skor berubah menjadi 2-2 setelah MU merobek gawang Grimsby lewat Bryan Mbeumo dan Harry Maguire.

Pertandingan langsung berlanjut ke adu penalti untuk mencari pemenang. Adu tos-tosan ini berlangsung sampai 13 penendang dari masing-masing tim atau secara total ada 26 eksekutor.

MU punya peluang untuk menang di adu penalti setelah penendang ketiga Grimsby, Clarke Oduor, gagal merobek gawang Andre Onana. Matheus Cunha, yang menjadi penendang kelima MU malah gagal mencetak gol.

Penendang tambahan kemudian harus turun. Setelah kedua tim sama-sama menurunkan 11 penendang, skor masih imbang 10-10.

Eksekutor kemudian kembali ke titik awal. Mbeumo pun bernasib malang setelah tembakannya mengenai mistar gawang dan membuat MU kalah adu penalti dengan skor 11-12 melawan tim dari divisi 4 atau League Two.

Di babak kedua, Grimsby Town akan melawan tim Championship Division, Sheffield Wednesday. Duel keduanya akan berlangsung pada pertengahan September 2025 di Hillsborough Stadium.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *