Laga Manchester City melawan Chelsea.
MANCHESTER – Manchester City gagal menang atas Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Tanpa manajer Enzo Maresca, The Blues menahan The Citizens 1-1 dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Senin (5/1) dini hari WIB. Misi Man City untuk mengejar Arsenal kian berat.
City cukup kesulitan melawan Chelsea, yang baru berpisah dengan Enzo Maresca. Meski begitu, tuan rumah bisa unggul 1-0 lebih dulu di babak pertama lewat gol Tijjani Reijnders.
Di babak kedua, Chelsea baru bisa menyamakan skor di masa injury time. Enzo Fernandez menyelamatkan Si Biru dari kekalahan, memaksakan laga tuntas 1-1.
Hasil ini bikin City tertahan di peringkat dua klasemen Liga Inggris dengan 42 poin. Sementara Chelsea juga masih di peringkat 5 dengan 31 poin.
Melansir BBC, City punya penguasaan bola 57,8 persen dan bikin 14 tembakan sepanjang laga. Namun hanya 3 yang on target, salah satunya berujung gol ke gawang Chelsea.
Sementara tim tamu punya catatan 42,2 persen, bikin 8 tembakan, dan juga 3 yang mengarah tepat sasaran. Satu gol juga didapat berkat upaya tersebut.
Dari segi permainan, Chelsea cukup rapi di belakang. Beberapa kali serangan berbahaya City bisa diredam Benoit Badiashile dan Trevoh Chalobah, yang biasanya ketar-ketir jika harus menghadapi kecepatan lawan.
Manajer City Pep Guardiola mengakui memang kesulitan melawan Chelsea. Lawannya bisa bermain lebih baik di babak kedua. “Kami bermain cukup baik di babak pertama. Di babak kedua mereka memiliki peluang. Kami kehilangan dua kali bola di awal. Kami kehilangan pemain-pemain berbakat di akhir, dua lawan satu dan tiga lawan dua. Mereka tidak menciptakan banyak peluang. Kami luar biasa di semua lini, kecuali kami tidak bisa mencetak gol kedua, ketiga atau keempat,” kata Guardiola, di situs resmi klub.
Ia juga menyinggung tentang efektivitas permainan. “Beginilah kenyataannya. Ini bukan tentang gol yang diharapkan. Ketika Anda berbicara tentang semua statistik dan semua bagian, salah satunya adalah seberapa efektif Anda di sepertiga akhir lapangan. Tetapi secara umum, cara kami berlari dan bermain cukup baik,” kata Guardiola.
Selain itu Manchester City apes betul karena kehilangan dua bek tengah andalannya. Josko Gvardiol digantikan Abdukodir Khusanov pada menit ke-51, sementara Ruben Dias digantikan Nathan Ake pada menit ke-81. Tidak cuma dua pemain itu, Nico O’Reilly juga mengalami masalah dengan hamstringnya di akhir laga.
Situasi ini tentu bikin pusing kepala Guardiola. Pasalnya, Guardiola sudah kehilangan John Stones yang cuma main sekali sebagai starter sejak Agustus. Ake yang jadi pengganti juga kerap bermasalah dengan cedera.
“Tentu saja saya pusing melihat ini. Anda lihat kan bench hari ini? Empat pemain dari akademi dan bakal lebih banyak lagi. Kami tidak punya pemain. Banyak pemain kami cedera. Saya tidak tahu sudah berapa bulan John Stones absen. Ruben bakal absen, Josko juga. Nathan, kita tahu dia tidak bisa main rutin. Situasinya seperti ini. Kami tetap tegar dan akan mencari solusinya. Semangat kami tetap ada dan terus berkobar,” ujar Guardiola di ESPN.
Misi Man City untuk mengejar Arsenal pun kembali berat. City dua kali imbang secara beruntun dan kini di posisi kedua dengan 42 poin, tertinggal enam angka dari Arsenal. “Kami harus terus maju dan kami masih yakin bisa membalikkan keadaan. Pertandingan selanjutnya sangat penting lagi,” kata Reijnders di situs klub.
Sementara itu, Chelsea datang ke markas City dengan baru saja berpisah dengan Enzo Maresca. Manajer yang persembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub itu cabut usai berseteru dengan petinggi klub.
Chelsea akhirnya melawan City dengan dipimpin Calum McFarlane. Pelatih berusia 40 tahun itu berstatus interim, yang sebelumnya melatih tim U-21 Chelsea. Ia kemudian ‘naik kelas’ melatih tim senior usai Maresca cabut.
Secara pengalaman, jelas McFarlane tertinggal jauh dari Guardiola. Manajer Chelsea itu baru menjalani debutnya di level tertinggi, saat Guardiola sudah memimpin seribu laga lebih di level kompetisi elit. McFarlane memberikan pujian kepada para pemain The Blues.
“Saya pikir hal yang paling mengesankan mungkin adalah para pemain. Tertinggal 0-1 di Etihad, manajer sementara, pemain jatuh sakit pada hari pertandingan, sehari sebelum pertandingan, semua perubahan dan bagaimana mereka bisa bangkit kembali, menerima informasi itu dan menjalankannya,” kata McFarlane dikutip dari ESPN.***
