Menag Nasaruddin Umar menandatangani prasasti.
JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menandatangani Prasasti Pusat Pendidikan dan Pelatihan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) – Pusdiklat MATAKIN Cikanyere, Cianjur, pada Selasa (9/6/2026), di Kong Miao, TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta Timur. Penandatanganan prasasti tersebut menjadi bentuk afirmasi dan dukungan resmi negara terhadap keberadaan lembaga pembinaan sumber daya manusia umat Khonghucu.
Ada pun peresmian operasional gedung Pusdiklat MATAKIN Cikanyere telah dilakukan pada 20 April 2026.
Saat melakukan penandatanganan prasasti, Menag Nasaruddin Umar didampingi oleh Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S Tanuwibowo, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan, serta Direktur TMII. Hadir dan menyaksikan jajaran staf khusus Menteri Agama dan sejumlah pengurus MATAKIN Pusat.

Dalam laporannya, Ketum Xs. Budi S Tanuwibowo menyampaikan bahwa pembangunan fisik Pusdiklat tahap pertama di kawasan Cikanyere, Cianjur telah selesai dan difungsikan sejak beberapa bulan lalu. Pada Juli 2026 mendatang akan dilaksanakan Dispenkasi – Diskusi Pendalaman Kitab Suci.
Ke depan, Pusdiklat akan aktif menggelar pelatihan dasar kepemimpinan, guru agama, dan kader pengurus. Selain itu, dibahas pula agenda kegiatan MATAKIN yang akan dilaksanakan secara periodik mulai bulan depan hingga akhir tahun, antara lain: Seminar Pemuda Khonghucu, Perayaan Hari Lahir Nabi Kongzi, dan Musyawarah Nasional MATAKIN.
Pada kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin berjanji akan berupaya hadir pada kegiatan-kegiatan MATAKIN sepanjang tidak berbenturan dengan agenda Kementerian Agama. Menag juga menegaskan akan terus memperhatikan setiap kegiatan umat Khonghucu.

“Peresmian gedung sudah berjalan, hari ini negara hadir melalui tanda tangan saya di prasasti ini. Itu artinya Pusdiklat MATAKIN Cikanyere diakui sebagai lembaga resmi pembinaan umat Khonghucu. Saya minta tempat ini melahirkan generasi yang mengamalkan Kebajikan, sekaligus kuat wawasan kebangsaannya,” ujar Menag.
Sejak diresmikan beberapa bulan lalu, Pusdiklat Cikanyere menjalankan 3 program utama yaitu Kaderisasi Rohaniwan dan Guru Agama: Memenuhi kebutuhan Rohaniawan di Litang dan guru agama Khonghucu se-Indonesia, Pendidikan Karakter 8 Kebajikan: Berbasis ajaran kitab Si Shu dan Wu Jing, dan Moderatisme Beragama: Penguatan kerukunan sesuai nilai-nilai Pancasila.
Ketum Budi menutup acara dengan ucapan terima kasih. “Prasasti yang ditandatangani Pak Menteri hari ini mengunci pengakuan negara. Tugas kami sekarang mengisi Cikanyere dengan SDM unggul yang beriman kepada Tian dan berkhidmat untuk bangsa,” ucapnya. **
