Meksiko Sapu Bersih Laga Group

Laga Meksiko melawan Ceko.

MEXICO CITY – Meksiko menyapu bersih tiga pertandingan Grup A Piala Dunia 2026. Terbaru  mereka mengalahkan Ceko 3-0 pada laga terakhir  grup di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (25/6) dinihari WIB. Tiga gol Meksiko dicetak Mateo Chavez, Julian Quinones dan Alvaro Fidalgo.

Hasil tersebut menjadikan Meksiko sebagai juara grup  dan memastikan diri ke babak 32 besar. Sementara Ceko gagal ke fase gugur karena berada di dasar klasemen dengan cuma satu poin.

Di laga itu Meksiko tampil dominan pada pertandingan yang mempertemukan kedua negara untuk kedua kalinya dalam sejarah. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tim Eropa itu juga kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang lawan.

Berdasarkan statistik pertandingan dari FIFA, Ceko mencatatkan 13 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Meksiko menghasilkan 11 percobaan. Meksiko menerima satu kartu kuning, sementara Ceko tanpa kartu. Kedua tim juga membukukan total 21 pelanggaran sepanjang laga.

Pelatih timnas Meksiko Javier Aguirre menyebut keberhasilan ke fase gugur 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen paling emosional bagi negaranya. Keberhasilan kali ini memiliki makna khusus dibandingkan pencapaian-pencapaian sebelumnya bersama Meksiko. “Empat puluh tahun lalu (tahun 1986) hal yang mirip terjadi saat mengalahkan Irak 1-0,” kata Aguirre dalam laman FIFA.

Pelatih berusia 67 tahun itu mengenang pengalaman saat masih menjadi pemain Meksiko pada Piala Dunia 1986. Aguirre merupakan bagian dari skuad Meksiko yang mengalahkan Irak 1-0 di Stadion Azteca, yang memastikan tempat di fase gugur. “Bedanya sekarang saya lebih tua dan lebih sensitif,” tambah pria kelahiran 1 Desember 1958 itu.

Dia juga menyatakan suasana Stadion Azteca yang dipenuhi pendukung tuan rumah membuat malam tersebut lebih istimewa. Dukungan suporter dinilainya faktor penting yang membantu para pemain tampil percaya diri sepanjang fase grup.

Momen paling menonjol dalam pertandingan ini adalah penampilan Mateo Chavez. Pada menit ke-55, bek kiri itu melakukan lari kencang ke dalam kotak penalti dan dengan tegas mencetak gol pembuka dengan kaki kirinya. Gol ini tidak hanya memecah kebuntuan tetapi juga mengukir nama Chavez dalam sejarah sepak bola negaranya.

Pada usia 22 tahun dan 41 hari, Chavez menjadi pemain termuda yang mencetak gol untuk Meksiko di Piala Dunia sejak prestasi Javier “Chicharito” Hernandez pada tahun 2010. Kemampuan ofensif dan defensifnya yang serba bisa ini memberi pelatih Aguirre opsi serangan yang sangat efektif dari sayap kiri, sesuatu yang telah lama kurang dimiliki Meksiko.

Hasil ini mengantar Meksiko mencatatkan sejarah dengan memenangi seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Sementara pelatih Ceko Miroslav Koubek menilai Meksiko tampil sangat kuat. “Ini mungkin penampilan terbaik Ceko dalam turnamen ini, tetapi kami tidak beruntung dan membiarkan Meksiko menghancurkan tim,” kata Koubek di laman FIFA.

Menurut dia, para pemain sudah bermain maksimal dengan mencoba menampilkan performa sesuai rencana dibandingkan pertandingan sebelumnya. Namun, memang perbedaan kualitas pemain menjadi pembeda dan menentukan hasil akhir laga akibat sulitnya mengembangkan permainan.

Dia mengakui Ceko kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Sementara Meksiko tampil dominan sejak awal dan memanfaatkan dukungan puluhan ribu fan yang memadati Stadion Azteca.

Berdasarkan data FIFA, Ceko menjadi tim ke-14 secara beruntun yang gagal mencetak gol ke gawang Meksiko pada babak pertama pertandingan Piala Dunia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *