Eduardo Camavinga, Pemain Real Madrid.
MADRID – Manchester United (MU) tengah memburu gelandang baru. Kini, Setan Merah dikaitkan dengan pemain Real Madrid, Eduardo Camavinga.
Stok gelandang MU berkurang setelah Christian Eriksen hengkang. Toby Collyer juga dipinjamkan ke West Bromwich Albion.
MU terus dikaitkan dengan gelandang Brighton & Hove Albion, Carlos Baleba. Tapi, harga tinggi pemain asal Kamerun itu yang menjadi ganjalan.
Brighton mematok harga 120 juta Poundsterling untuk Baleba. MU terus mencari cara untuk mendapatkan pemain 21 tahun dengan harga lebih murah.
MU kini dikabarkan oleh media Spanyol, Fichajes, meminati Camavinga. El Real disebut juga membuka peluang untuk melepas Camavinga.
Madrid diyakini akan mau melepas Camavinga dengan harga 80 juta Euro. Tim ibukota Spanyol itu memang belum menjual pemain di musim panas ini untuk menyeimbangkan kas klub.
Camavinga memang tak menjadi pilihan utama di Madrid musim lalu. Dia cuma bermain 19 kali di Liga Spanyol musim lalu.
Bersama Madrid, Camavinga sudah bermain sebanyak 180 kali di semua ajang. Dia menyumbangkan empat gol.
Sebanyak 11 trofi sudah dimenangi oleh Camavinga bersama Madrid. Dua trofi di antaranya ada gelar juara Liga Champions.
Camavinga juga masih didera cedera. Real Madrid bersiap menjual sang gelandang bertahan, andai cedera terus tak kunjung membaik.
Camavinga sudah tidak main sejak bulan Agustus. Dilansir dari Marca, Camavinga mengalami cedera hamstring dan belum juga kembali ke kondisi terbaik.
Masalah cedera hamstring memang selalu membayangi Camavinga. Sejak gabung ke Real Madrid di tahun 2021, ia sudah alami dua kali cedera hamstring, sekali cedera lutut, dan sekali cedera otot.
Madrid pun bersiap ambil langkah. Jika pemain berusia 22 tahun itu terus dibekap cedera, Madrid akan menjualnya.
Kontrak Camavinga di Real Madrid masih berlaku sampai musim panas 2029. Gelandang tengah itu sudah catatkan 180 penampilan di seluruh kompetisi.
Pemain asal Prancis itu sempat diminati oleh Bayer Munich dan Manchester City beberapa musim lalu. Akan tetapi, perannya yang serba bisa di tengah dan di lini belakang, membuat pelatih Ancelotti ketika itu menahannya.
Manchester United sendiri menjalani start negatif di Premier League musim ini. Andai Setan Merah terus di papan bawah, Ruben Amorim akan mendapat tekanan besar.
Di Old Trafford pada akhir pekan lalu, MU kalah 0-1 dari Arsenal. Gol dari Riccardo Calafiori yang menjadi penyebab kekalahan The Red Devils.
MU memang menunjukkan permainan yang menjanjikan saat kalah dari Arsenal. Tapi, kini MU ada di posisi ke-15.
Amorim tampak mendapatkan dukungan penuh dari petinggi MU. Tapi, eks kapten MU, Gary Neville, menegaskan situasinya akan berubah kalau hasil akhir yang didapat Man United tak kunjung membaik. “Saya pikir, kalau dia ada di papan bawah klasemen, dia akan ada di bawah tekanan besar,” kata Neville di Daily Star.
Bagi Amorim, ini menjadi kali pertama menjalani pramusim dengan MU. Neville menilai bahwa manajer asal Portugal itu kini sedang menjadi sorotan. “Semua mata tertuju padanya. Bisakah dia melakukannya? Dia menjalani start yang mengerikan pada kariernya di United. Dia tak menginginkan pekerjaan itu di pertengahan musim lalu,” kata Neville.***
