Manchester City Terlalu Tangguh Bagi Tim Divisi Tiga

Laga Manchester City melawan Exeter City.

MANCHESTER – Manchester City terlalu tangguh bagi tim divisi tiga Exeter City pada babak ketiga Piala FA. Man City pesta gol dengan skor akhir 10-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad, Sabtu (10/1) malam WIB.

Hasil ini membuat Manchester City mengukir rekor bersejarah di sepak bola Inggris, dengan torehan 10 gol dalam satu pertandingan resmi.

Man City memainkan sebagian pemain pelapis di pertandingan ini. Empat gol diceploskan ke gawang Exeter City hanya di paruh pertama permainan dari Max Alleyne, Rodri dan dua gol bunuh diri dari Jake Doyle-Hayes dan Jack Firtzwater.

Sedangkan lima gol Man City lainnya terlahir di babak kedua lewat Rico Lewis (2), Antoine Semenyo, Tijjani Reijnders, Nico O’Reilly dan Ryan McAidoo. George Birch mencetak gol hiburan tim tamu.

Asisten pelatih Manchester City Pepijn  Lijnders mengatakan timnya bermain dengan bagus.  “Secara keseluruhan, saya pikir kami memiliki tim yang sangat istimewa dengan pemain berpengalaman yang memimpin tim dan cara mereka membimbing pemain lain. Para pemain baru mulai beradaptasi dan energinya, saya tidak hanya berbicara tentang pertandingan tetapi terutama dalam latihan sangat istimewa,” kata Lijnders dikutip dari Bein Sports.

Lijnders juga mengakui bahwa kompetisi piala domestik adalah prioritas bagi mereka musim ini. “Kami ingin mencapai final tahun ini, dan kami sedang menuju ke sana, bermain di semifinal Piala Liga. Kami ingin melangkah lebih jauh di Piala FA, dan kami berada di Liga Champions, dan dalam posisi yang baik. Kami ingin membangunnya. Hal terpenting, seperti yang selalu dikatakan Pep (Guardiola) adalah kami ingin berkembang dan melangkah ke tahap selanjutnya sebagai sebuah tim,” kata Lijnders.

Selanjutnya City akan menghadapi Newcastle Uinted pada leg pertama semifinal Carabao Cup, Rabu (14/1) pukul 03.00 WIB. “Kita harus terus bekerja keras dan tidak menganggap enteng apa pun. Kita akan menganggap pertandingan berikutnya sebagai final, dan itu adalah Newcastle. Dengan begitu, kita akan berkembang dan melangkah ke tahap selanjutnya,” ucap Lijnders.

Semenyo langsung diturunkan sehari usai diresmikan menjadi pemain baru Manchester City. Winger berpaspor Ghana itu membantu The Citizens.

Semenyo masih memperkuat Bournemouth. Ia mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Tottenham Hotspur di Liga Inggris pada menit kelima injury time. Lalu pada Jumat (9/1) pagi, ia diumumkan sebagai pemain baru City. Meski baru bergabung, namanya langsung dimasukkan ke dalam skuad untuk menjamu Exeter, bahkan langsung menjadi starter.

Meski tak begitu menonjol di babak pertama, Semenyo unjuk gigi di babak kedua. Ia memberi assist untuk gol kelima City di menit ke-49 yang dicetak Rico Lewis lalu mencetak gol debutnya dalam seragam Manchester biru lima menit berselang.

Ia menuntaskan umpan terobosan Rayan Cherki dengan tembakan yang melewati kolong kaki kiper lawan. Ia kemudian digantikan Jeremy Doku 10 menit berselang.

Opta mencatat bahwa Semenyo adalah pemain City pertama yang mampu mencetak satu gol dan satu assist di laga debut sejak Sergio Aguero saat menghadapi Swansea City pada Agustus 2011. Sebuah debut manis untuk pemain kelahiran London itu.

Lijnders memuji performa Semenyo. Ia menyebut Semenyo memang pemain yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan City.

“Antoine menyesuaikan diri dengan baik. Dia orang yang rendah hati, kami sudah lama memantaunya dan dia membawa sesuatu ke lini depan, sesuai dengan apa yang kami inginkan dan butuhkan. Dia bisa menyerang dengan cepat, dia mau mengejar, dia tidak berhenti. Anda lihat sendiri hari ini, dia bisa beradaptasi dengan cepat dengan gaya permainan kami, jadi senang rasanya dia bisa bersama kami,” ujar Lijnders di situs resmi klub.

Sementara manajer Exeter City, Gary Caldwell tak menyangka timnya bisa dibantai. “Sebuah pengalaman yang saya rasa tidak pernah dibayangkan siapa pun. Menurut saya ini adalah pelajaran yang sangat berharga, salah satu manajer terbaik sepanjang masa, ketika ia perlu memenangkan pertandingan sepak bola, ia memilih tim yang sangat mampu dan siap untuk memenangkan pertandingan tersebut,” kata Caldwell dikutip dari The Scottish Sun.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *