Pep Guardiola dan Phil Foden, siap berjuang untuk Manchester City.
MANCHESTER – Manchester City melakukan perubahan besar usai meraih hasil mengecewakan di 2024/2025. Salah satu punggawa City, Phil Foden mengakui, timnya butuh penyegaran skuad agar bisa kembali bersaing.
Man City baru saja melewati periode terburuk dalam delapan musim terakhir. The Citizens gagal bersaing di empat kompetisi utama; finis ketiga di Premier League, kandas di perempatfinal Carabao Cup, gagal menembus babak gugur Liga Champions dan kalah di final Piala FA.
Semakin pahit karena Man City cuma sampai babak 16 besar Piala Dunia Antarklub. Foden dkk secara mengejutkan dijungkalkan klub Arab Saudi Al Hilal 3-4.
Jelang dimulainya musim 2025/2026, Manchester City melepas Kevin de Bruyne dan Kyle Walker beserta beberapa pemain lain yang minim menit bermain. Si Biru Langit merekrut pemain-pemain berbakat seperti Rayan Ait-Nouri, Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, Sverre Nypan, dan dua tambahan kiper: Marcus Bettinelli dan James Trafford.
Foden mengungkapkan, sudah saatnya skuad bagi Man City untuk berubah. “Akan selalu ada waktunya ketika klub mana pun perlu menambah pemain-pemain baru dan menyegarkan kondisinya. Dan kami melakukannya di jendela transfer ini. Hal itu hanya akan bagus untuk kami karena para pemain yang kami bawa ke sini itu pemain-pemain yang punya level sangat tinggi dan cocok sekali dengan tim ini,” ungkap Foden di Daily Mail.
Menurut Foden kehadiran pemain baru tentu sangat signifikan dalam membangkitkan tim. “Mereka memberi kami sesuatu yang kami butuhkan sedikit lebih banyak, jadi kami di sini untuk membantu dan kami sekarang memiliki skuad yang sangat bagus. Kurasa semua orang ingin menebus kegagalan di musim lalu,” kata winger kanan itu.
Lebih jauh Foden menegaskan, dirinya bukan pengganti De Bruyne. Foden cuma mau kembali ke performa terbaiknya seperti dua musim lalu.
Foden sendiri jeblok setelah tampil sensasional di 2023/2024. Usai mengemas 27 gol dan 13 assist yang membuatnya terpilih sebagai Pemain Terbaik PFA, Foden meredup.
Hanya 13 gol dan tujuh assist yang bisa disumbangkan pemain internasional Inggris itu pada musim lalu. Performa Foden berbanding lurus dengan kegagalan Man City.
“Saya tidak yakin di mana manajer akan memainkan saya di musim ini, saya memang bisa bermain di beberapa posisi berbeda, tapi semuanya tahu posisiku itu di dalam, di sayap, jadi kita lihat saja apa yang terjadi. Saya di sini tidak untuk mengulangi apa yang dilakukan Kev (De Bruyne), karena kita semua tahu seberapa bagus dia dan apa yang sudah dia lakukan untuk klub. Ini hanya tentang mengusahakan yang terbaik, mencapai level di mana aku memenangi Player of the Year, aku ingin kembali ke sana. Anda toh hanya berlatih dan menemukan kembali performa Anda, inilah apa yang sedang kuupayakan,” lugas pesepakbola berusia 25 tahun itu.
Sebelumnya manajer Pep Guardiola belum mau memasang target untuk timnya di 2025/2026. Man City diekspektasikan akan kembali bersaing di kompetisi-kompetisi utama.
“Saya tidak tahu (soal apa yang terjadi di musim baru). Untuk orang-orang, kadang-kadang itu segalanya, tapi kan tergantung bagaimana kami bermain dan bagaimana penampilan kami. Dan pada akhirnya, ketika orang-orang memberikan semangat dan perlawanan dan laju yang bagus dan memberikan penampilan terbaik mereka, dan setelah lawan yang selalu terlibat, kadang-kadang Anda bisa melakukan yang terbaik dan si lawan sekadar lebih baik,” kata Guardiola di laman resmi Man City.
Ia mengatakan, terkait sukses semua tergantung dari kerja keras dari seluruh anggota tim. “Hal itu tergantung pada diri kami sendiri, inilah apa yang kami harus coba lakukan. Kami menantang diri sendiri, inilah targetnya di musim ini,” tandas Guardiola.
Karena berlaga di Piala Dunia Antarklub 2025, Manchester City tak punya banyak pertandingan pramusim. Si Biru Langit belum lama ini mulai berlatih, dan hanya menjalani satu laga melawan Palermo (10/8), sebelum memulai Premier League musim baru di kandang Wolverhampton (16/8).***
