Pemain Manchester City saat mengalahkan Southampton.
LONDON – Manchester City melangkah ke final Piala FA usai mengalahkan Southampton 2-1 di babak semifinal. Sempat tertinggal lebih dulu, The Citizens berhasil bangkit untuk mengunci kemenangan.
Bertanding di Wembley, Sabtu (25/4) malam, City tampil menekan sejak awal, namun kesulitan membongkar pertahanan Soton. Peluang hadir di menit ke-19 lewat tembakan Mateo Kovacic, namun melebar ke sisi kiri gawang lawan.
Omar Marmoush hampir membawa City unggul di menit ke-35, namun tembakannya dari dalam kotak penlati bisa diblok kiper Soton, Daniel Peretz.
Pada babak kedua, tandukan Marmoush pada menit ke-52 belum menemui sasaran. Tembakan Phil Foden di menit ke-54 dari situasi bola mati juga melambung tinggi. Soton berupaya keluar dari tekanan, namun tembakan Ross Stewart di menit ke-55 ditangkap James Trafford.
Savinho memiliki peluang bagus di menit ke-64, namun tembakannya ditepis Peretz. Kiper Soton itu juga menggagalkan tembakan Nico Gonzalez di menit ke-72.
Soton memberikan kejutan dengan unggul lebih dulu di menit ke-79. Lewat transisi cepat, Finn Azaz menuntaskan umpan Kuryu Matsuki dengan tembakan jarak jauh ke sudut kanan atas gawang tanpa bisa dihalau Trafford.
Namun City berhasil bangkit dan mencetak dua gol dalam lima menit untuk meraih kemenangan. Pada menit ke-82, Jeremy Doku melepaskan tembakan jarak jauh yang sempat membentur lini belakang Soton sebelum bersarang di gawang Peretz.
Pada menit ke-87, Nico Gonzalez memiliki ruang tembak di luar kotak penalti usai menerima umpan Doku. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan melepaskan roket ke sudut atas gawang Soton tanpa bisa dihalau Peretz.
Man City maju ke final sekaligus melahirkan torehan yang belum pernah dicapai tim mana pun. City jadi tim pertama yang mampu mencapai final Piala FA empat kali beruntun.
Meski demikian, tim besutan Pep Guardiola itu cuma juara sekali saat mempecundangi Manchester United 2-1 di final 2022/2023. Setelahnya, Erling Haaland dan kolega dipaksa mengakui keunggulan MU 2-1 di musim berikutnya, sebelum dijegal Crystal Palace 1-0.
“Mereka (Southampton) itu tidak terkalahkan di 19 pertandingan, jadi saya tidak pernah mengira pertandingan ini akan mudah. Babak pertama tadi tidak buruk. Kami tidak banyak memberi mereka kesempatan menciptakan peluang,” Di babak kedua, kami bermain di level saat kami melawan Burnley tapi sayang sekali kami tiba di kotak 18 yard, dan kami kurang efisien,” kata Guardiola.
Usai menembus final Piala FA, Manchester City terus membuka kans menyapu bersih kompetisi domestik. City kian dekat dengan trofi domestik keduanya usai memenangi Carabao Cup pada Februari silam. Selain itu, the Citizens juga masih bertahan dalam persaingan gelar Premier League melawan Arsenal.
Seperti diketahui, Man City menempati peringkat kedua di klasemen dengan selisih tiga poin dari rivalnya itu. Erling Haaland dkk memungkinkan kembali ke peringkat teratas jika sukses mengalahkan Everton pada 4 Mei mendatang.
“Kejauhan, masih terlalu jauh. Sebelum final, sebelum pertandingan melawan Aston Villa (laga pamungkas) saya akan mengatakan kepada Anda apakah ada peluangnya. Kalau sekarang, masih terlalu jauh. Sekarang itu yang penting kami punya tiga hari libur untuk para pemain. Saya bilang kepada mereka agar tidak memikirkan sepakbola, istirahat saja. Sekarang kami mulai sebuah musim untuk lima pertandingan plus final,” ujar Guardiola.
Sementara manajer Southampton, Tonda Eckert, menegaskan para pemainnya telah memberikan segalanya di laga itu. Ia mengaku tidak memiliki penyesalan atas performa timnya. “Performa tim luar biasa. Tim-tim seperti ini akan membuat Anda menderita; mereka akan mendorong Anda untuk bertahan sedikit lebih dalam di beberapa momen. Saya pikir kami melakukannya dengan brilian dalam periode yang sangat lama,” ujar Eckert.***
