Manchester City Geser Arsenal, Persaingan Kian Ketat

Erling Haaland saat menundukkan kiper Burnley.

BURNLEY –  Manchester City menggeser Arsenal dari puncak klasemen Liga Inggris usai menang tipis 1-0 atas Burnley di Turf Moor, Kamis (23/4) dini hari WIB. Gol tunggal tim tamu dicetak Erling Haaland pada menit kelima.

Poin  Man City sama dengan milik Arsenal yakni 73,  hanya unggul dalam  jumlah gol (66 berbanding 63). Sementara Burnley dipastikan turun divisi, menyusul Wolverhampton Wanderers yang sudah lebih dulu memastikan nasib.

Persaingan selanjutnya diprediksi akan terus ketat hingga pekan terakhir. Ada potensi besar kedua tim bakal cuma dipisahkan oleh selisih gol atau jumlah gol.

Maka tak berlebihan kalau masing-masing akan menganggap lima pertandingan tersisa di Premier League sebagai final. Manajer Man City Pep Guardiola pun mengakuinya, meski timnya kini agak kelelahan.

“Lima pertandingan, inilah Premier League. Lima pertandingan dan kami punya laga semifinal pada Sabtu. Lalu kami akan mencoba bersiap untuk pertandingan berikutnya. Ini sebuah kesempatan besar, bisa memainkan final beruntun. Mungkin kami harus melakukan sejumlah perubahan. Pada akhirnya, kami agak lelah tapi kami siap,” kata Guardiola kepada Sky Sports.

Terkait hasil laga Burnley, Guardiola tidak mempermasalahkan hanya menang 1-0. Yang paling penting adalah City menggusur Arsenal dari puncak klasemen.

“Cara kami main? Atau gol yang tidak kami hasilkan? Peluangnya ada, kami bikin banyak peluang. Permainan luar biasa. Kami melakukan segalanya setelah pertandingan yang berat tiga hari lalu. Jadi itu berat. Tidak mudah. Kami melewatkan beberapa gol di sini,” ujar Guardiola kepada Sky Sports.

Ia menyebut tidak ada rasa frustrasi karena kesulitan cetak lebih dari satu gol. “Tidak ada frustrasi. Kenapa saya harus frustrasi? Kami sekarang di puncak. Tidak ada itu frustrasi. Tentu saja kami masih bisa lebih baik dan mencetak gol. Anak-anak sudah habis-habisan, kami hanya tidak mencetak gol lebih banyak. Tidak ada yang disepelekan, kami tampil sangat bagus,” tuturnya.

Guardiola  memang menyayangkan kesempatan-kesempatan yang terlewatkan. Tapi ia juga maklum karena timnya baru melakoni laga sulit kontra Arsenal sebelumnya.

“Kami bermain sangat bagus, sayangnya melewatkan banyak peluang. Kami bertahan lebih baik di babak kedua. Babak kedua itu kami punya lebih sedikit masalah. Laga lawan Arsenal pada Minggu lalu itu betul-betul menuntut energi. Tidak mudah bermain lagi setelah tiga hari tapi di Premier League, kami mesti menyesuaikan diri,” tutur mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini.

Dengan lima pertandingan tersisa, City dan Arsenal akan terlibat dalam persaingan sengit untuk memperebutkan trofi Premier League. Guardiola yakin timnya bisa mengatasi tekanan.

“Saya tidak punya mesin atau yang seperti itu. Bagaimana tekanan kalian hari ini? Bagaimana perasaan kalian? Apakah kalian gugup atau tidak?. Saya tidak tahu, tapi saya cukup yakin bahwa ini, untuk masa depan, untuk mereka semua, untuk kami semua, di klub ini akan baik-baik saja, semakin banyak pengalaman, semakin sering ada di sana, Anda mengatasinya dengan lebih baik,” ujar Guardiola.

Erling Haaland tak mempersoalkan kemenangan tak meyakinkan timnya. Ia menegaskan, tujuan utama Man City adalah meraih tiga poin demi memuncaki klasemen.

“Kami menciptakan banyak peluang tapi saya senang karena kami menang. Inilah yang paling penting. Hal-hal lain, kami tidak memikirkannya. Hanya berusaha untuk menang. Seperti yang kubilang, ini semua tentang menang, tidak peduli bagaimana caranya. Kami berusaha memainkan sepakbola. Sekarang fokusnya pada hari Sabtu (semifinal Piala FA-red),”  kata Haaland kepada Sky Sports.

Sementara itu, Burnley hanya mengoleksi 20 poin dari 34 pertandingan. Tim besutan Scott Parker itu tak akan bisa mengejar selisih 13 poin dengan empat laga tersisa. Maksimal Burnley hanya bisa meraih 12 poin, itupun kalau mereka memenangi seluruh laga tersisa, mereka kalah di empat laga beruntun.

Parker menilai timya tampil cukup baik pada laga ini dan mereka hanya kurang beruntung gagal mengamankan poin. “Secara keseluruhan, saya pikir penampilan  tim saya menunjukkan banyak hal tentang kami sebagai sebuah tim. Hal yang tak terhindarkan sudah terjadi, tetapi saya bangga dengan para pemain, kami hanya sedikit kurang beruntung gagal mengamankan poin di laga ini,” ujar Parker saat berbicara kepada BBC Match of the Day.

Terkait timnya yang tergradasi, Parker  berharap mereka bisa kembali bangkit pada musim depan dan kembali mengamankan tiket promosi. “Klub ini harus bangkit kembali dalam beberapa tahun terakhir. Ada banyak hal yang harus dipelajari dan itulah yang akan kami lakukan. Kami akan merenungkan di mana kami telah gagal. Kami harus mencari tahu di mana letak kesalahan kami dan kembali lebih kuat tahun depan,” ujar Parker.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *