Selebrasi pemain Manchester City saat mengalahkan Napoli.
MANCHESTER – Manchester City membuka kiprahnya pada Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas Napoli di Etihad Stadium, Manchester, Jumat (19/9) dini hari WIB.
Sejak awal, City langsung menekan Napoli. Sejumlah peluang bisa dihadirkan anak asuh Pep Guardiola, yang bikin Napoli kerepotan.
Di menit ke-21, Napoli kena apes. Giovanni Di Lorenzo dikartu merah usai melanggar Erling Haaland. VAR membuat kartu merah dikeluarkan wasit, dan wakil Serie A harus bermain dengan 10 orang sejak saat itu.
Di babak kedua, baru City memecah kebuntuan. Haaland bisa merobek gawang Napoli, usai meneruskan umpan Phil Foden pada menit ke-56. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Napoli makin kesulitan setelahnya. Tak lama berselang, City bisa menggandakan skor menjadi 2-0 di menit ke-65, kali ini lewat Jeremy Doku.
Walau unggul jumlah pemain, tak lantas memberi Man City kemudahan. Napoli bertahan begitu rapat, dikombinasikan dengan kegemilangan kiper Vanja Milinkovic-Savic di bawah mistar gawang.
Man City memang amat dominan dengan 23 tembakan dan delapan yang mengarah ke gawang. Tapi ini niscaya bukan laga yang semudah jalan santai di taman.
Manajer Man City Pep Guardiola memuji penampilan tim lawan. “Tim-tim Italia itu luar biasa dalam bertahan. Saya sudah meghadapi mereka berkali-kali. Keteguhannya, fokusnya, saya sangat mengagumi mereka. Saya sangat puas. Ini adalah pekan yang berat dan kami punya tantangan yang luar biasa berat pada hari Minggu nanti, tapi kami akan ke sana dengan perasaan baik,” kata Guardiola.
Guardiola juga mengapresiasi kesabaran timnya dalam membongkar pertahanan Napoli. “Kami tidak panik, justru lebih tenang. Begitu kami berhasil membuka ruang, segalanya jadi lebih mudah,” katanya.
Ia juga memuji Haaland dan Foden. Gol Haaland menandai rekor barunya sebagai pemain tercepat yang mencapai 50 gol di Liga Champions hanya dalam 49 pertandingan. “Finishing-nya luar biasa. Dan hubungan antara Haaland dan Foden sangat mematikan. Itulah Phil yang saya rindukan musim lalu,” kata Guardiola.
Phil Foden mengakui lawannya itu bak mimpi buruk. “Mereka itu sulit sekali dibongkar. Saya pikir kami bermain cukup cerdik dan tidak memberikan terlalu banyak kesempatan transisi. Babak pertama itu rasanya agak bikin frustrasi ya. Saya tak bisa melakukan terlalu banyak sentuhan di antara dua lini,” ujar Foden kepada TNT Sports.
Meski sempat frustrasi, Foden tahu betul ia hanya perlu mengoper ke Haaland untuk memperbesar kans gol. “Erling selalu berusaha membuat tusukan-tusukan semacam itu. Yang penting adalah membuat koneksinya,” cetusnya.
Khusus untuk Haaland, ia menorehkan rekor baru di Liga Champions. Ia melewati catatan banyak penyerang top lainnya. Ia mengungguli Ruud van Nistelrooy yang melakukannya dalam 62 laga, Lionel Messi (66), Robert Lewandowski (77) dan Kylian Mbappe (79).
Haaland mulai mencetak gol di Liga Champions sejak musim 2019/2020, bersama RB Leipzig. Setelahnya, ia selalu rutin bikin gol di tiap musim. Rinciannya, ia mencetak 27 gol untuk City di Liga Champions, kemudian 15 gol di Borussia Dortmund, dan delapan gol bersama Leipzig.
Pelatih Napoli Antonio Conte menyebut kartu merah yang diterima Di Lorenzo telah merusak rencana permainan yang ia susun. Laga berubah drastis setelahnya. Napoli terpaksa mengeluarkan Kevin De Bruyne dan memasukkan Mathias Olivera demi menambal lubang pertahanan. Mereka praktis tak lagi memiliki peluang.
“Kami pulang dengan rasa kecewa, sebab hasil ini memang mengecewakan. Kami telah mempersiapkan laga dengan cara kami bermain di 20 menit pertama, dan kartu merah ini merusaknya. Saya tidak ingin bilang apakah itu keputusan tepat atau tidak, sebab saya tak melihatnya, tetapi melawan Manchester City dalam kondisi 11 lawan 11 saja sudah cukup sulit,” kata Conte kepada Sky Sport Italia.***
