JAKARTA (LB)– Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada 2022 terdapat 19,8 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular. Sekitar 85 persen kasus tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan strok yang umumnya terjadi akibat arteri tersumbat.
Dokter spesialis jantung di SPARSH Hospital, Mahadev Swamy B, mengatakan kebiasaan makan sehari-hari dapat menentukan apakah arteri tetap sehat atau justru perlahan-lahan tersumbat. la mengatakan, pola makan tertentu dapat memicu peradangan, menumpuknya plak, hingga akhirnya menghambat aliran darah ke jantung.
“Arteri bertugas membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Arteri bisa mengalami kerusakan akibat tekanan darah tinggi, pola makan buruk, dan merokok. Kerusakan ini memicu peradangan yang menarik endapan lemak, jika terus menumpuk maka akhirnya mempersempit arteri,” kata dia.
Untuk mengantisipasinya, berikut daftar makanan yang menurut dr Swamy paling berpotensi menyumbat arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung, seperti dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (6/12):
1. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak trans yang tinggi. Kandungan tersebut dapat meningkatkan kolesterol LDL, memicu peradangan, dan mempercepat pembentukan plak. Konsumsi rutin dapat mempercepat penyumbatan arteri secara signifikan.
2. Daging olahan
Sosis, bacon, dan salami mengandung lemak jenuh, natrium, serta pengawet kimia. Studi dalam Journal of Nutrition mengaitkan konsumsi daging olahan dengan kolesterol tinggi, kekakuan arteri, dan risiko lebih besar penyakit jantung koroner bahkan dalam porsi kecil harian.
3. Karbohidrat olahan dan tinggi gula
Roti putih, kue, permen, dan minuman manis dapat memberi lonjakan gula darah secara cepat. Hal ini meningkatkan trigliserida dan menyebabkan penumpukan lemak di sekitar arteri, serta meningkatkan risiko diabetes, faktor utama penyakit jantung.
4. Camilan kemasan
Keripik, biskuit, dan makanan ringan lainnya sering mengandung minyak terhidrogenasi. Lemak trans tidak hanya meningkatkan LDL, tetapi juga menurunkan HDL (kolesterol baik), kombinasi berbahaya yang mempercepat penyempitan pembuluh darah.
5. Makanan tinggi garam
Mi instan, sup kemasan, acar, keripik, dan makanan restoran biasanya mengandung natrium sangat tinggi. Konsumsi berlebihan memicu tekanan darah tinggi, merusak dinding arteri, dan memperburuk penumpukan plak. Dokter jantung selalu menyarankan mengurangi asupan garam untuk menjaga kesehatan arteri.
6. Daging merah dalam jumlah besar
Konsumsi rutin daging kambing, sapi, atau domba meningkatkan asupan lemak jenuh dan kolesterol. Penelitian dalam Wiley Open Access Collection menunjukkan bahwa daging merah dapat menaikkan kadar TMAO, senyawa dari usus yang berkaitan dengan pembentukan plak. Dokter Swamy merekomendasikan membatasi daging merah hanya sesekali.
7. Minuman dengan pemanis buatan
Minuman kemasan atau minuman manis lainnya dapat mengacaukan metabolisme dan meningkatkan keinginan makan. Konsumsi rutin dapat menambah beban pada sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko dalam jangka panjang.tom
