Selebrasi pemain Liverpool usaiHarvey Elliott (kiri) mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain.
PARIS – Liverpool sukses mencuri kemenangan di markas Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions. The Reds menang 1-0 via gol Harvey Elliott pada leg pertama 16 besar di Parc des Princes, Kamis (6/3) dinihari WIB.
Tidak ada gol tercipta di babak pertama. Tim tuan sempat mencetak gol pada menit ke-20 lewat Khvicha Kvaratskhelia. Namun, golnya dianulir Video Assistant Referee (VAR) akibat offside.
PSG terus menggempur pertahanan Liverpool di babak kedua. Asyik menyerang, Les Parisiens justru kebobolan di menit ke-88 melalui gol Harvey Elliott.
Manajer Liverpool Arne Slot mengapresiasi kemenangan timnya. Ia tak menampik timnya beruntung bisa menang melawan Les Parisiens yang tampil gacor. “Jika kami mendapat hasil seri, kami tetap akan beruntung. Mereka adalah tim yang jauh lebih baik di laga ini. Pada babak pertama mereka memiliki banyak peluang. Di babak kedua, mereka tetap menjadi tim yang lebih baik. Saya melihat lagi laga ini seberapa besar kualitas (PSG),” kata Slot dilansir dari laman Liga Champions.
Namun ia menyebutkan timnya sudah melakukan pekerjaan dengan baik. “Meskipun demikian, saya merasa kami berada dalam permainan dan dapat menyakiti mereka dalam transisi. Kami memiliki tiga atau empat peluang untuk melakukannya, tetapi kami menunggu hingga saat-saat terakhir,” ujarnya.
Khusus bagi Elliott, ia hanya butuh 46 detik buat cetak gol. Gelandang berusia 21 tahun itu dimasukkan pada menit ke-86 menggantikan Mohamed Salah yang mati kutu selama di lapangan. Kehadirannya langsung membuahkan hasil 46 detik kemudian. Menerima umpan mendatar Darwin Nunez, Elliott menembak bola first-time yang gagal dibendung Gianluigi Donnarumma.
Squawka mencatat, 46 detik waktu yang dibutuhkan Elliott dari masuk ke lapangan hingga mencetak gol menjadi yang tercepat kedua di Liga Champions. Catatan waktunya hanya kalah dari bintang Atalanta, Ademola Lookman, yang bikin gol ke gawang Club Brugge dalam tempo 35 detik.
“Semua upaya yang dilakukan tim membuat pekerjaan saya lebih mudah. Kemudian pada akhirnya Harvey (Elliott) masuk dan mencetak gol, ini adalah kisah hebat bagi kami. Malam yang hebat,” kata kiper Alisson Alisson kepada TNT Sports.
Kemenangan ini tak mungkin diraih tanpa penampilan gemilang Becker. Ia berjibaku menyelamatkan gawang timnya.
PSG tampil mendominasi dengan penguasaan bola tembus 70%. Mereka melepaskan 27 tembakan, sembilan di antaranya mengancam gawang. Antisipasi dan refleks cemerlang Alisson membuat gwang Liverpool tetap aman. Ia menggagalkan seluruh peluang mengancam dari tuan rumah. Ini yang kemudian jadi basis kemenangan Liverpool.
“Itu mungkin performa terbaik sepanjang hidup saya. Manajer sudah bilang akan seberapa sulitnya menghadapi PSG, seberapa bagusnya mereka dengan bola dan bahwa kami harus siap untuk menderita. Kami tahu sejak awal apa yang menanti kami. Kami bekerja keras. Kami memberikan banyak peluang, terkadang satu lawan satu. Namun yang terpenting dalam hal ini adalah punya seseorang untuk membuat pemain yang punya peluang untuk berpikir lebih keras,” kata Alisson dikutip BBC.
Sementara pelatih PSG Luis Enrique sulit percaya dengan hasil ini. Ini jadi satu bukti lagi buatnya, sepakbola kadang tidak adil. “Sulit memikirkan pertandingan ini dengan cara positif. Kami berhak untuk menang. Pemain terbaik Liverpool di laga ini adalah kiper mereka. Sepakbola itu seringkali tidak adil,” kata Enrique dikutip BBC.
Tertinggal 0-1, PSG kini menghadapi tantangan untuk comeback di markas Liverpool yakni pada Anfield pada 12 Maret. Niscaya tak akan jadi laga yang mudah, tapi PSG tak akan rugi apapun untuk membalikkan kedudukan. “Kami tak takut kehilangan apapun lagi dan siap untuk laga di Liverpool. Tentu saja kami akan mengejar kemenangannya,” imbuh mantan pelatih Barcelona itu.
Enrique sebut timnya sudah tampil superior. “Kami sejatinya pantas mendapat hasil yang lebih baik. Pertandingan ini tidak berdasarkan statistik atau detail. Kami jelas lebih unggul dan tidak membiarkan Liverpool bermain. Kami sebenarnya lebih superior,” tutur Enrique.***
