Andy Robertson, Pemain Liverpool.
LIVERPOOL – Liverpool lagi susah menang di awal Liga Inggris musim ini. The Reds terpuruk, tapi bek sayap Andy Robertson pantang untuk panik, pasalnya pertengahan musim belum sampai.
Liverpool sudah menjalani 11 laga di Liga Inggris musim ini. Hasilnya enam kali menang dan lima kali kalah. Catatan kekalahan ini sudah melebihi musim lalu ketika jadi kampiun dengan empat kali kalah. Meski sudah beli pemain-pemain mahal seperti Isak, Ekitike, dan Wirtz, lini serang Si Merah tetap melempem.
Robertson tidak menampik, kalau Liverpool memang kurang mulus di awal musim ini. Namun Robertson dan timnya tidak panik, sebab musim baru dimulai!
“Jelas, kami harus berjuang lebih keras. Namun soal klasemen, rasanya semua orang baru benar-benar akan memperhatikannya ketika sudah di pertengahan musim. Kami harus meraih poin lebih konsisten,” kata Robertson dilansir dari Mirror.
Liverpool sementara duduk di peringkat kedelapan Klasemen Liga Inggris dengan 18 poin dari 11 laga. Mo Salah dkk punya peluang lompat ke peringkat ketiga karena selisih tidak lebih dari tiga poin. Namun, mereka juga bisa disalip lima tim di bawahnya karena keunggulan tidak lebih dari tiga poin.
“Barulah setelah Natal, klasemen bisa mulai dinilai. Kami hanya perlu fokus kepada diri kami sendiri untuk menaikkan level performa,” ujar Robertson yang sudah memperkuat The Reds sejak tahun 2017.
Pelatih Liverpool Arne Slot sendiri enggan bicara peluang juara Liga Inggris 2025/2026 setelah timnya menelan kekalahan kelima di liga dari Manchester City dalam pertandingan pekan ke-11 dengan skor 0-3 di Stadion Etihad, Minggu (9/11) lalu.
Slot merasa lima kekalahan ini ‘terasa terlalu banyak’ dan membuat mereka gagal memangkas jarak dari Arsenal di puncak klasemen, yang pada pekan yang sama kehilangan poin penuh setelah mereka bermain 2-2 melawan tuan rumah Sunderland.
“Saya tidak akan bicara tentang perebutan gelar sekarang. Kami harus fokus mendapatkan hasil demi hasil,” kata Slot, dikutip dari laman resmi Liverpool.
Terakhir kali The Reds menelan lebih dari empat kekalahan di liga adalah pada musim 2022/2023. Saat itu, Liverpool yang masih diasuh Juergen Klopp mendapatkan sembilan kekalahan dan finis di tempat kelima klasemen akhir, yang membuat mereka gagal lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun.
Liverpool saat ini menutup jeda internasional bulan November di peringkat kedelapan dengan 18 poin, mendapatkan enam kemenangan dari 11 pertandingan. Mereka terpaut delapan poin dari Arsenal di puncak klasemen dan Slot mengatakan musim masih sangat panjang untuk membicarakan gelar juara.
“Saya sering bilang, klasemen baru bisa dinilai setelah 38 laga, atau setidaknya 19 laga saat semua tim sudah saling bertemu. Fokus kami sekarang adalah memperbaiki hasil, bukan bicara soal gelar,” ucap Slot.
Kekalahan ini juga menegaskan Liverpool belum keluar dalam masa sulit setelah menelan tujuh kekalahan dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Sebagaimana diketahui kekalahan demi kekalahan didapat Liverpool sejak Oktober hingga November 2025. Mohamed Salah cs sudah kalah 7 kali dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Livescore mencatat, Liverpool sudah tumbang 17 kali di semua kompetisi sejak kalender berganti ke 2025. Angka tersebut rupanya melampaui jumlah kekalahan rival bebuyutan mereka, Manchester United.
MU asuhan Ruben Amorim tercatat mengumpulkan 16 kekalahan sepanjang tahun 2025. Meski Liverpool lebih banyak memainkan pertandingan selama periode yang sama, tapi hal itu tetap tak mengabaikan fakta Slot lebih banyak kalahnya ketimbang Amorim.
Terkait ‘keterpurukan” Liverpool membuat legenda klub, Jamie Carragher terheran-heran. Ia menilai,terpuruknya Liverpool harus jadi tanggung jawab para penanggung jawab urusan transfer pemain.
“Yang harus bertanggung jawab adalah orang-orang atas transfer pemain. Manajer Arne Slot menginginkan timnya lebih menarik dan menghibur tapi nyatanya kini tidak,” jelasnya dilansir dari Sky Sports.
Kedatangan Isak, Ekitike dan Wirtz belum berkontribusi banyak. Isak sebagai pemecah rekor transfer termahal di liga malah berkutat dengan cedera. Wirtz yang apik bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga belum sumbang assist dan gol dari 11 laga. Ekitike sudah lumayan bikin gol, tapi masih inkonsistensi. Carragher juga menilai persaingan di Liga Inggris makin ketat. Beberapa gaya permainan berubah, salah satunya soal bola mati yang jadi senjata menakutkan.
“Tim-tim lain menjadi lebih kuat secara fisik dan banyak yang fokus pada bola mati, baik itu sepak pojok atau lemparan ke dalam. Liverpool tertinggal, mereka tidak begitu mengerti bagaimana permainan berubah,” tutup Carragher.***
