Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa.
BANDUNG (LB)- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menargetkan 8,75 juta kunjungan wisatawan pada 2025. Angka itu tercatat sebagai indikator kinerja utama Disbudpar, sekaligus menjadi tolak ukur pemulihan pariwisata pasca pandemi.
“Target kunjungan wisata tahun ini berada di angka 8,75 juta,” kata Adi Junjunan Mustafa pada Senin (15/12).
Menurut ia, hingga saat ini jumlah wisatawan yang tercatat diperkirakan mencapai sekitar 8 juta. Dengan meningkatnya aktivitas wisata di akhir tahun, pihaknya optimistis target akan tercapai. “Untuk capaian hingga akhir tahun, kami masih melakukan penghitungan. Namun, prediksi kami akan mencapai angka tersebut,” ucapnya.
Tren kunjungan wisata tersebut, dikemukakannya menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun lalu meskipun belum kembali ke angka sebelum pandemi Covid-19. Sektor perhotelan dan layanan pendukung pariwisata pun, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
“Jumlah kunjungan meningkat dibandingkan tahun lalu. Tren wisata saat ini positif, termasuk di sektor perhotelan dan penunjang pariwisata lainnya,” ujar dia.
Menyongsong akhir tahun, perhatian juga tertuju pada program diskon hotel. Namun menurut Adi, hal ini lebih bersifat inisiatif pelaku usaha. Sementara pemerintah kota hanya memfasilitasi program tertentu, seperti great sale yang sifatnya top-down.
“Saat ini kami sudah memiliki Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB). Dalam waktu dekat, kami akan berdiskusi dengan BP2KB untuk membahas strategi promosi dan kegiatan menjelang akhir tahun,” jelasnya. Dengan berbagai strategi yang tengah disiapkan, pihaknya berharap dapat memanfaatkan momentum liburan akhir tahun untuk mendorong angka kunjungan. “Sekaligus memperkuat sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi kota,” tandas dia. *
