Kasus SMAN 1 Cimarga Berakhir Damai: Orangtua dan Kepsek saling memaafkan, Laporan polisi dicabut.
LEBAK (LB)- Kasus yang melibatkan SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, telah berakhir damai. Pada Kamis (16/10), orangtua siswa dan kepala sekolah bertemu untuk saling memaafkan. Pertemuan tersebut berlangsung di SMAN 1 Cimarga dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Sekda Lebak, serta perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Agenda islah diawali dengan penandatanganan surat perdamaian yang disusun kuasa hukum orangtua korban.
Dini Pitria, Kepala SMAN 1 Cimarga, dan Tri Indah Alesti, orangtua siswa yang terlibat insiden penamparan akibat merokok di sekolah, kemudian berpelukan.
“Saya meminta maaf, karena perilaku anak saya, dan saya akan membuat dia lebih baik,” ungkap Indah.
Dini Pitria juga menyampaikan perasaannya dan merasa lega setelah proses perdamaian tersebut. “Alhamdulillah, sudah maaf-maafan, tinggal membuka lembaran baru,” kata Dini.
Sekda Banten, Deden Apriandhi menyatakan, perdamaian ini menandai selesainya kasus yang berlangsung hampir satu minggu di SMAN 1 Cimarga.
Ia menegaskan, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan melakukan introspeksi. “Harus berakhir dengan damai, karena pak gubernur sudah memediasi kedua belah pihak. Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah memaafkan,” ujar Deden.
Dalam kesempatan tersebut, Deden memastikan bahwa orangtua siswa akan mencabut laporan ke polisi melalui kuasa hukumnya. “Jumat kemarin ada laporan ke polisi, maka tadi apa yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, laporan di polisi bisa ditarik. Sehingga keduanya betul-betul ikhlas dan rela memperbaiki masing-masing,” tambahnya. Deden juga memastikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Cimarga berjalan dengan baik dan kondusif. Ia mengumumkan bahwa Dini Pitria akan kembali menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga mulai hari ini. *
