Kemenangan Emosional Lazio Atas Milan

Laga Lazio kontra AC Milan.

ROMA – Lazio menghambat laju AC Milan dalam upaya mengejar Inter Milan di puncak klasemen Liga Italia. Bermain di Stadion Olimpico, Senin (16/3) dinihari WIB, Lazio menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol Gustav Isaksen di menit ke-26.

Milan memang tetap di peringkat kedua klasemen Liga Italia usai mengoleksi 60 poin. Rossoneri terpaut delapan poin dari Inter Milan di puncak, sedangkan Lazio menempati urutann sembilan dengan 40 poin.

Pelatih Lazio  Maurizio Sarri mengatakan bahwa kembalinya para penggemar Lazio ke Stadio Olimpico setelah berpekan-pekan melakukan protes membuat malam yang tidak terlupakan selain kemenangan timnya atas AC Milan.

Tuan rumah sudah mengalami malam yang positif sebelum laga dimulai setelah para penggemar memutuskan untuk menunda boikot dalam upaya mereka untuk melakukan protes pada presiden Claudio Lotito dan kembali memenuhi tempat duduk di Stadio Olimpico.

“Sepanjang laga emosional karena melihat Stadio Olimpico dengan atmosfir spektakuler dan para penggemar ini sangat menakjubkan. Saya sangat senang tim telah memberikan kegembiraan, ini akan menjadi malam tidak terlupakan terlepas hasilnya. Saya merasa seharusnya kami bisa menyelesaikannya di babak pertama dengan keunggulan lebih dari satu gol, jadi jika ada kritik mengenai penampilan kami, karena hal itu,” ujar Sarri  di DAZN Italia.

Sementara pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menilai timnya membuat banyak kesalahan “Kami tahu kesulitan pertandingan ini, karena para penggemar kembali ke stadion dan ini sangat penting bagi Lazio,” kata Allegri, dilansir dari Football Italia.

Ia menilai AC Milan seharusnya bermain lebih rapi dan mampu mengurangi kesalahan. “Babak pertama mereka sangat kuat, seharusnya kami lebih terorganisir dan mengurangi kesalahan. Mereka bermain keras dan kemudian menurun setelah jeda, kami bermain lebih intens dan menyerang, tetapi tidak mampu mencetak gol. Inilah sepak bola,” kata Allegri.

Allegri juga menyebut timnya membuat banyak kesalahan teknis pada awal pertandingan. Situasi tersebut memberi ruang bagi Lazio untuk melakukan serangan balik. “Saya rasa kami melakukan terlalu banyak kesalahan teknis di babak pertama dan membiarkan terlalu banyak serangan balik,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *