Jerman Susah Payah Atasi Irlandia Utara

Selebrasi Nick Woltemade dan pemain Jerman saat mengalahkan Irlandia Utara.

BELFAST – Timnas Jerman harus susah payah meraih kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Irlandia Utara pada laga keempat Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Windsor Park, Selasa (14/10) dinihari WIB. Gol semata wayang dicetak Nick Woltemade.

Di laga itu Jerman menguasai 68 persen ball possesion. Tapi, Irlandia Utara lebih agresif dengan menciptakan 12 attempts, tiga di antaranya on goal. Tapi, Jerman sekalipun cuma bikin dua attempts on target dari total 11, semuanya terhitung peluang emas.

Irlandia Utara  sejatinya bisa mencetak gol pada menit ke-14 lewat Dan Ballard yang mencocor bola di muka gawang. Tapi, gol itu dianulir wasit karena sudah terjebak offside.

Kebuntuan pecah pada menit ke-31 saat Woltemade mencatatkan namanya di papan skor. David Raum mengirimkan umpan dari sepak pojok dan bola mudah saja ditanduk Woltemade, sehingga mengarah ke tiang jauh.

Jamie Reid punya kans membuat skor sama kuat 1-1 pada menit ke-43  tapi bola tembakannya di depan gawang melambung.

Di babak kedua, Jerman berkesempatan mencetak gol keduanya pada menit ke-47 lewat serangan balik. Karim Adeyemi tinggal berhadapan dengan Bailey Peacock-Farrell, namun bola tembakannya menyamping.

Irlandia Utara tidak menyerah dengan terus berupaya mencetak gol penyama kedudukan, tapi masih kesulitan membongkar pertahanan Jerman.

Dua menit jelang waktu normal habis, gawang Jerman hampir kebobolan andaikan Oliver Baumann tidak sigap membendung bola tembakan Callum Marshall dari jarak dekat.

Dengan hasil ini Jerman mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Grup A dengan sembilan poin, sama dengan Slovakia di posisi kedua, tapi unggul selisih gol.

Irlandia Utara dengan enam poin di posisi ketiga. Persaingan tiga tim teratas, selain Luksemburg sebagai juru kunci, masih sengit di dua laga sisa bulan depan.

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, melabeli kemenangan timnya sebagai  hasil yang ‘jelek’. Pernyataan jujur ini dilontarkannya setelah Jerman harus bersusah payah mengamankan tiga poin krusial.

“Ini jelas bukan pertandingan terbaik kami. Stadionnya sangat emosional. Ada banyak pertarungan untuk mempertahankan kemenangan,” ujar Nagelsmann  di situs FIFA.

Jerman memang dibuat frustrasi sejak awal laga oleh perlawanan spartan Irlandia Utara. Didukung atmosfer elektrik di Windsor Park, tuan rumah tampil berani dan merepotkan.

“Ini pelajaran penting buat kami untuk tidak boleh lengah sedikit pun. Kami sudah tahu bahwa setiap laga sangat penting, karena ini adalah laga menuju Piala Dunia. Siapa yang tidak siap akan kalah,” ujarnya.

Bagi Woltemade, itu adalah gol debutnya bersama Jerman. Namun di balik momen bersejarah tersebut, tersimpan sebuah pengakuan yang mengejutkan. Sang striker justru merasa tidak puas dengan penampilannya sejauh ini.

“Sangat penting bagi saya untuk mencetak gol internasional pertama saya di laga ini. Secara pribadi, saya tidak senang dengan penampilan saya untuk Jerman sejauh ini,” ujar Woltemade.

Ia mengakui bahwa pertandingan berjalan tidak bagus. Namun, dalam sepak bola, memenangkan laga-laga sulit seperti ini terkadang jauh lebih penting daripada bermain cantik.

 “Sebenarnya pas sekali saya mencetak gol dengan bahu saya. Ini bukanlah permainan yang bagus, tetapi Anda juga harus memenangkan laga seperti ini. Kami mendapatkan 3 poin, jadi saya senang. Dengan atmosfer yang begitu hebat, kemenangan bukanlah hal yang pasti,”  ungkap pemain berusia 23 tahun itu.

Sementara pelatih Irlandia Utara, Michael O’Neill,mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Ia menilai wasit asal Spanyol, Jesus Gil Manzano, terlalu “rewel” dalam mengambil keputusan dan tidak memberikan tambahan waktu yang cukup di akhir laga.

“Dia terlalu banyak meniup peluit. Memberi tambahan waktu hanya dua menit sungguh luar biasa mengingat banyaknya pergantian pemain dan waktu yang terbuang. Jerman terlalu dramatis setiap kali jatuh dan banyak mengulur waktu. Kami kecewa dengan performa wasit,” ujar O’Neill kepada BBC Sport NI.

Laga ini juga menjadi momen spesial bagi O’Neill karena merupakan pertandingannya yang ke-100 sebagai pelatih Irlandia Utara. Namun, hasilnya tak sesuai harapan meski ia memuji kerja keras para pemainnya. “Kami memberikan segalanya, tapi kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa kami cegah. Gol itu aneh, bola membentur bahu lawan dan masuk ke gawang,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *