Aksi Sandro Tonali saat melawan Israel.
DEBRECEN – Sembilan gol tercipta dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Israel kontra Italia. Laga dimenangkan Gli Azzurri dengan skor 5-4.
Dalam matchday keenam Grup I zona Eropa yang berlangsung di Nagyerdei Stadium, Hungaria, Selasa (9/9) dini hari WIB itu, Israel membuka skor di menit ke-16 hasil bunuh diri Manuel Locateli.
Italia menyamakan kedudukan di menit ke-40. Bola sepakan rendah Moise Kean dari luar kotak penalti meluncur mulus ke dalam gawang Israel dan mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga turun minum.
Israel yang bertindak sebagai tuan rumah, kembali memimpin di awal babak kedua, tepatnya menit ke-52 lewat Dor Peretz memaksimalkan assist Manor Solomon.
Namun Italia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dua menit berselang. Moise Kean mencetak gol keduanya ke gawang Israel dengan bola tembakan first-time keras di dekat garis kotak penalti.
Lantas Italia berbalik unggul 3-2 di menit ke-38 lewat Matteo Politano. Lalu tim tamu mencetak gol keempatnya ke gawang Israel di menit ke-80 melalui Giacomo Raspadori.
Namun Israel tetap memberikan perlawanan dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3 pada menit ke-81 lewat gol bunuh diri Alessandro Bastoni.
Kemudian Israel menyamakan kedudukan satu menit sebelum waktu normal habis. Dor Peretz mencetak gol penyeimbang lewat bola tandukannya, memanfaatkan umpan sundulan Jehezkel.
Italia akhirnya berhasil merebut kemenangan di injury time. Sandro Tonali mengirim bola tembakan jarak jauh yang membelah pertahanan Israel dan memantul masuk ke gawang.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso mengakui laga ini yang paling gila dan tersulit selama karier kepelatihannya. “Seperti pembunuhan. Ini pertandingan tergila yang pernah saya ikuti sebagai pelatih, tapi ini masalah saya, bukan masalah para pemain. Jika kami ingin bermain dengan cara tertentu, kami harus menjadi lebih baik dalam hal ini. Kami gila karena terus menyerang secara sistematis, itulah yang ditunggu-tunggu Israel. Mereka selalu menyerang kami lewat serangan balik. Kami seharusnya bisa bertahan lebih dalam saat sedang memimpin,” kata Gattuso dikutip dari Football Italia.
Pertahanan Gli Azzurri yang rapuh jadi perhatian khusus Gattuso. “Kami tim yang gila, karena kami terlalu rapuh, kami terlalu mudah kebobolan gol-gol konyol. Sepakbola itu soal gaya main, tapi kami harus bisa memperbaiki cara bermain kami. Saya dan staf pelatih harus memperbaiki ini dan akan kami cari solusi secepatnya. Tim ini harus tetap solid,” ujar Gattuso di Football Italia.
Duet Moise Kean dan Mateo Retegui di lini depan Timnas Italia kian padu di bawah arahan Gattuso. Keduanya semakin mengenal gaya bermain satu sama lain.
Sewaktu masih dilatih Luciano Spalletti, Kean dan Retegui bersaing memperebutkan satu posisi sebagai striker tunggal, namun Gattuso memilih menduetkan keduanya di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Retegui juga sudah menyumbang dua gol saat bertemu Estonia, sehingga keduanya telah menyumbang total lima gol. Selain mereka, ada Giacomo Raspadori selaku supersub yang telah mencetak tiga gol di kualifikasi.
“Mateo dan saya harus bekerja keras, kami memberikan dampak dan bermain baik bersama, jadi kami ingin mempertahankannya. Saya percaya sampai akhir dan perlahan-lahan mulai mengenal karakteristik Mateo, jadi saya pikir bola akan mengarah ke sana dan saya hanya mengikutinya,” ujar Kean kepada Sky Sport Italia.
Sementara pelatih Israel, Ran Ben Shimon memuji kegigihan dan keberanian para pemainnya. “Kami memiliki tim yang luar biasa. Kami tidak meraih tiga poin, tetapi kami mendapatkan kepercayaan dari penonton di kandang, dan membuktikan bahwa kami tak tergoyahkan,” ujar Shimon.
Dengan hasil ini Italia naik ke urutan kedua klasemen Grup I dengan 9 poin, menggeser Israel yang turun ke posisi ketiga dengan 9 poin. Puncak klasemen masih dikuasai Norwegia dengan 12 poin.***
