Inter Raih 11 Kemenangan Secara Beruntun Atas Como, Scudetto Kian Dekat

Laga Como kontra Inter Milan.

COMO – Inter Milan makin mendekat ke gelar scudetto, usai  berhasil mengalahkan Como dalam lanjutan Liga Italia setelah tertinggal dua gol.  Dalam laga di Giuseppe Sinigaglia, Senin (13/4) dini hari WIB itu, Inter menang dengan skor 4-3.

Como memimpin di babak pertama dengan skor 2-1. Gol-gol pasukan Ces Fabregas dicetak oleh Alex Valle di menit ke-36 dan Nico Paz di menit ke-45. Inter berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 beberapa saat jelang turun minum lewat Marcus Thuram.

Como membuat blunder di awal babak kedua. Thuram kemudian mengangkat bola untuk melewati bagian atas kiper dan mengubah skor menjadi 2-2 di menit ke-49.

Lantas Inter berbalik memimpin 3-2 di menit ke-58. Denzel Dumfries mencatatkan namanya di papan skor dengan menuntaskan assist Hakan Calhanoglu. Lalu Dumfries mencetak brace di menit ke-72 dalam situasi set piece dan membuat Inter memimpin 4-2.

Namun Como mendapatkan hadiah penalti setelah Paz dilanggar. Lucas Da Cunha maju sebagai eksekutor dan memperkecil kekalahan Como menjadi 3-4 di menit ke-89.

Inter kini ada di puncak klasemen dengan 75 poin dan Napoli di urutan kedua dengan 66 poin. Como turun ke urutan kelima dengan 58 poin. Coma kini di belakang AC Milan dan Juventus.

Ini jadi kemenangan ke-11 secara beruntun untuk Inter atas Como. Si Ular Besar hanya kebobolan empat gol dan mencetak 28 gol dalam 11 pertandingan itu.

Seperti dirangkum Opta,  Inter memenangi laga tandang Serie A setelah tertinggal dua gol untuk pertama kalinya sejak 3 Maret 2013, melawan Catania saat ditangani Andrea Stramaccioni.

 Inter memenangi pertandingan setelah tertinggal dua gol untuk kedua kalinya di Serie A musim ini, menyusul kemenangan 6-2 atas Pisa pada 23 Januari 2026 di Giuseppe Meazza.

Inter mencetak setidaknya empat gol dalam dua laga beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak Februari 2024 (empat laga beruntun kala itu).

Inter memenangi 11 pertandingan terakhir melawan Como di Serie A dengan agregat 28-4. Como adalah satu-satunya tim dalam sejarah kompetisi di mana Inter pernah menang lebih dari 10 laga beruntun.

Pelatih Inter, Cristian Chivu mengakui bahwa pertandingan tersebut tidak mudah  Ia memuji kedewasaan timnya dalam menghadapi tekanan dan menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kerja keras serta strategi latihan yang tepat. “Kami berlatih set piece dan itu terbukti efektif. Pemain kami memiliki kemampuan luar biasa dalam situasi bola mati,”  ujarnya.

Kemenangan ini juga membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, unggul sembilan poin dari pesaing terdekat dengan enam pertandingan tersisa. Meski begitu, Chivu menahan diri untuk terlalu percaya diri. “Kami harus tetap fokus pada setiap pertandingan dan berusaha memperlebar jarak dari posisi kedua,” katanya.

Absennya Lautaro Martinez di lag aitu tidak mengurangi daya gedor Inter, yang telah mencetak 102 gol dalam 46 pertandingan musim ini. Chivu pun mengakui dampak signifikan dari kembalinya Dumfries, yang memberikan dimensi serangan berbeda bagi timnya. “Ini adalah kemenangan yang menunjukkan kedewasaan tim, dan kami harus terus meningkatkan ambisi kami,”  kata Chivu.

Pemain tengah Inter, Nicolo Barella mengaku senang dengan kemenangan timnya. “Kami tentu saja menang dengan lebih sedikit ketegangan, tapi Como itu sebuah tim hebat, mereka telah menunjukkannya di sepanjang musim ini. Datang ke sini itu sangat sulit. Mereka memainkan sepakbola yang sangat bagus,” ujar Barella kepada DAZN.

Para Interisti menyanyikan tentang memenangi scudetto di dalam stadion. Barella tak memungkiri, Inter menentukan nasibnya sendiri. “Mari menunggu sedikit lebih lama. Masih ada beberapa pertandingan, kita harus terus melanjutkan laju ini karena tim-tim lain menunggu kami membuat kesalahan. Semuanya kini tergantung kami. Ini adalah sisi positifnya. Kami akan berusaha untuk bertarung sampai akhir,” tandas Barella.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *