Federico Dimarco, Pemain Inter Milan.
MILAN – Kemenangan atas Lazio melambungkan Inter Milan ke puncak klasemen Liga Italia. Namun bek kiri Inter Federico Dimarco mengingatkan, jadi capolista saat ini tidak memberikan makna apa-apa, karena frofi masih jauh.
Inter meraih kemenangan ketiga berturut-turut setelah menghempaskan Lazio 2-0 di Giuseppe Meazza pada Senin (10/11) dinihari WIB. Gol-gol Lautaro Martinez dan Ange-yoan Bonny jadi penentu.
Seiring kekalahan Napoli dari Bologna 0-2, Nerazzuri berhak atas singgasana. Inter mengoleksi 24 poin hasil 11 pertandingan, sama dengan AS Roma (2) tapi unggul head to head.
Tak bisa dipungkiri bahwa Inter Milan cenderung kurang difavoritkan dibandingkan dengan juara bertahan Napoli dalam persaingan scudetto musim ini. Akan tetapi, Inter berhasil meredam keraguan itu.
“Saya akan membiarkan orang-orang lain menentukan apakah kami diremehkan atau tidak di musim panas nanti. Namun, toh kami tidak peduli. Kami sekarang memuncaki klasemen, sekalipun di fase sekarang ini, hal itu tidak terlalu penting,” kata Dimarco kepada DAZN Italia
Bagaimanapun, Liga Italia 2025/2026 baru memasuki sepertiga awal. Inter Milan sendiri secara konsisten finis tiga besar dalam enam musim terakhir dengan merebut dua Scudetto pada 2020/21 dan 2023/24. Pada musim lalu, Inter finis kedua di bawah Napoli dengan selisih satu poin saja.
Pelatih Inter, Cristian Chivu sendiri meminta timnya untuk tidak jemawa. Pasalnya perjalanan musim ini masih sangat panjang. “Paling penting kami tidak boleh cepat puas, karena perjuangan meraih juara masih panjang. Kami harus fokus dari laga ke laga,” kata Chivu di situs klub.***
