Hakan Calhanoglu dielukan dua rekannya usai mencetak gol ke gawang Fiorentina.
MILAN – Inter Milan meraih kemenangan 3-0 atas Fiorentina pada laga lanjutan Liga Italia di Giuseppe Meazza, Kamis (30/10) dinihari WIB. Kemenangan ini membawa Inter ke peringkat ketiga dengan 18 poin. Mereka tertinggal tiga angka dari AS Roma dan Napoli di posisi kedua dan pertama. Sementara Fiorentina di urutan ke-19 dengan empat poin.
Semua gol tercipta di babak kedua. Inter bisa menaklukkan David de Gea pada menit ke-66 lewat Hakan Calhanoglu. Lima berselang Nerazzurri menambah gol melalui Petar Sucic. Calhanoglu bikin brace usai mengeksekusi penalti di menit ke-88.
Khusus untuk Calhanoglu, ia memang lagi panas-panasnya. Ini adalah gol kelimanya dari tujuh pertandingan Serie A, sama dengan yang dibuatnya dari 29 laga musim lalu. Ia pun dinobatkan sebagai man of the match di laga itu.
Selain itu Calhanoglu seperti ingin menjawab kritik musim lalu. Ia dianggap tidak tampil dalam bentuk terbaiknya di sepertiga akhir musim, sehingga Inter gagal meraih gelar. Apalagi Calhanoglu sempat diganggu rumor seputar masa depannya musim panas lalu.
Tapi, pemain 31 tahun itu selalu ingin tampil dengan performa bagus. Ia adalah top scorer klub bersama Lautaro Martinez dengan enam gol. Lima gol Calhanoglu di Serie A juga terbanyak di antara pemain Inter lainnya.
“Inilah yang saya selalu lakukan. Saya selalu fokus ketika menendang penalti. Jujur, saya tidak peduli siapa kipernya. Saya cuma fokus dengan diri sendiri dan bola, jadi saya senang sekali. Kami mampu bangkit usai kekalahan dari Napoli dan melupakannya, sehingga bisa tampil bagus di laga ini. Terima kasih untuk pelatih yang bisa membangkitkan mental para pemain dan juga rasa lapar untuk menang,” ujar Calhanoglu kepada DAZN.
Pelatih Cristian Chivu tentu bahagia karena Nerazzuurri bisa bangkit usai dihajar oleh Napoli. “Tim seperti Inter harus mengatasi momen-momen sulit lalu melanjutkan mimpi, obyektif, target. Laga ini sama sekali tidak mudah, karena Fiorentina sangat terorganisir, mereka memilih untuk bertahan dalam, dan mencoba mengalahkan kami dengan serangan balik. Kami memecah kebuntuan dengan tembakan jarak jauh, yang belum pernah kami coba di babak pertama, dan itu membuat segalanya menjadi lebih mudah,” kata Chivu di Sky Sports.***
