JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (9/9) sore, di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
IHSG ditutup melemah 138,24 poin atau 1,78 persen ke posisi 7.628,61. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,66 poin atau 1,74 persen ke posisi 769,93.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,50 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,49 persen.
Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor keuangan paling dalam minus 1,79 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang turun sebesar 1,76 persen dan 1,20 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DOSS, KDTN, LION, NRCA dan UANG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni WOWS, MSKY, DEPO, WIIM, dan COCO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.368.949 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 39,66 miliar lembar saham senilai Rp24,85 triliun. Sebanyak 222 saham naik 465 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 180,81 poin atau 0,41 persen ke 43.463,00, indeks Shanghai melemah 19,55 poin atau 0,51 persen ke 3.807,71, indeks Hang Seng menguat 304,22 poin atau 1,19 persen ke posisi 25.938,45 dan indeks Straits Times menguat 10,95 poin atau 0,25 persen ke 4.297,20.***
