JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7) sore, di tengah pelaku pasar menantikan risalah The Fed dan data cadangan devisa (cadev) domestik.
IHSG ditutup menguat 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,70 poin atau 0,46 persen ke posisi 584,48.
Sepanjang Senin IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu sektor energi naik paling tinggi sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,91 persen.
Sedangkan dua sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,18 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang turun 0,05 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAPD, NTBK, BELL, YUPI, dan SKBM.Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FORU, KDTN, ECII, LUCY, DLTA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.613.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,59 miliar lembar saham senilai Rp9,42 triliun. Sebanyak 403 saham naik 259 saham menurun, dan 397 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 0,01 persen ke 69.737,69, indeks Shanghai menguat 0,06 persen ke 4.041,24, indeks Kuala Lumpur menguat 0,27 persen ke 1.683,53, sedangkan indeks Strait Times menguat 0,29 persen ke 5.259,61. ***
