JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (20/11) sore, seiring dengan neraca transaksi berjalan Indonesia periode kuartal III-2025 mencatatkan surplus, setelah sebelumnya tercatat defisit.
IHSG ditutup menguat 13,34 poin atau 0,16 persen ke posisi 8.419,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,95 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,02.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,35 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 0,55 persen dan 0,48 persen.
Sedangkan dua sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,05 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang masing-masing turun 1,05 persen dan 0,02 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JATI, BOGA, SKLT, BUKK, dan SMDM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FMII, PURI, ISEA, NRCA, dan AEGS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.294.589 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,92 miliar lembar saham senilai Rp19,65 triliun. Sebanyak 311 saham naik, 306 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 1.299,80 poin atau 2,68 persen ke 49.837,50, indeks Hang Seng menguat 4,92 poin atau 0,02 persen ke 25.835,57, indeks Shanghai melemah 15,69 poin atau 0,40 persen ke 3.931,05 dan indeks Strait Times menguat 6,85 poin atau 0,15 persen ke 4.512,07.***
