JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (28/1) sore, seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 9,57 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing- masing sebesar 7,88 persen dan 6,19 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WAPO, STAR, BOGA, BALI dan NICK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CDIA, DFAM, ZATA, RAJA dan RATU.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.990.871 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 60,86 miliar lembar saham senilai Rp45,50 triliun. Sebanyak 37 saham naik 753 saham menurun, dan 16 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 25,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 53.358,69, indeks Hang Seng menguat 699,96 poin atau 2,58 persen ke posisi 27.826,91, indeks Shanghai menguat 11,34 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.151,24 dan indeks Straits Times melemah 13,68 poin atau 0,28 persen ke 4.909,33.***
