JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (30/9) sore, seiring pelaku pasar bersikap wait and see terhadap shutdown (penutupan) Pemerintah Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup melemah 62,18 poin atau 0,77 persen ke posisi 8.061,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,47 poin atau 1,06 persen ke posisi 793,98.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang menguat sebesar 0,51 persen, diikuti oleh sektor energi yang naik sebesar 0,12 persen.
Sedangkan sembilan sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam turun sebesar 1,78 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 1,62 persen dan 1,29 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OILS, ERTX, RMKO, ASLI, dan KAQI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CSMI, PSDN, TOSK, PEVE dan COCO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.582.420 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,12 miliar lembar saham senilai Rp27,29 triliun. Sebanyak 280 saham naik, 396 saham menurun, dan 122 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 108,75 poin atau 0,24 persen ke 44.935,00, indeks Hang Seng menguat 232,68 poin atau 0,87 persen ke 26.855,56, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, dan indeks Strait Times menguat 18,68 poin atau 0,44 persen ke 4.288,66.***
