JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (28/11) sore, seiring dengan aksi “profit taking” pelaku pasar di pasar saham Indonesia.
IHSG ditutup melemah 37,15 poin atau 0,43 persen ke posisi 8.508,71 Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,27 poin atau 0,74 persen ke posisi 845,76.
Sepanjang Jumat, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sekto energi yang naik sebesar 1,16 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 0,82 persen dan 0,56 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 1,91 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barnag baku yang masing-masing turun 0,58 persen dan 0,57 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NASI, STAR, PSKT, PADI dan ROCK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BHAT, ESTI, BOGA, ESIP dan CBUT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.341.049 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,12 miliar lembar saham senilai Rp20,37 triliun. Sebanyak 282 saham naik, 370 saham menurun, dan 15`9 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 35,10 poin atau 0,07 persen ke 50.132,00, indeks Shanghai menguat 13,14 atau 0,34 persen ke 3.888,60, indeks Hang Seng menguat 87,04 poin atau 0,34 persen ke posisi 25,858,89 dan indeks Straits Times menguat 14,62 poin atau 0,32 persen ke posisi 4,523,96.***
