JAKARTA – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyatakan komitmen untuk menyiapkan generasi muda sebagai entrepreneur atau pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama
dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/6), mengatakan Indonesia memiliki potensi besar generasi muda dalam bidang usaha, namun survei menunjukkan 60 persen generasi muda mengaku belum memiliki cukup dana untuk memulai usaha dan 41 persen merasa bingung harus mulai dari mana .
Di sisi lain UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia .
Kondisi tersebut, menurut dia, menggerakkan Prudential Syariah dan Lembaga Amil dan Zakat (LAZ) Al-Azhar untuk hadir, bukan hanya sebagai pemberi modal, tetapi sebagai mitra perjalanan generasi muda menuju kemandirian ekonomi serta menjadi entrepreneur di masa depan.
“Pemberdayaan adalah bentuk perlindungan yang paling berkelanjutan. Ketika seorang anak muda memiliki keterampilan, modal dan jaringan, ia tidak hanya menjadi mandiri untuk dirinya sendiri, namun juga penopang bagi keluarganya, inspirasi bagi komunitasnya, dan kontributor bagi ekonomi bangsanya,” ujarnya.
Terkait hal itu, kedua lembaga tersebut berkolaborasi meluncurkan program pemberdayaan Satu Inspirasi Generasi Berdampak (SIGAP) sebagai upaya pemberdayaan generasi muda untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Selain itu juga program Satu Social Space, hub komunitas lintas generasi yang berfungsi sebagai titik edukasi keuangan syariah, ruang kolaborasi UMKM, dan pusat literasi bagi masyarakat.
“Melalui SIGAP dan Satu Social Space, kami ingin memastikan bahwa setiap generasi muda Indonesia, terutama yang selama ini menghadapi keterbatasan akses proteksi, memiliki ruang untuk bertumbuh dan keberanian untuk bermimpi lebih besar,” ujar Vivin Arbianti.***
