JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun pada perdagangan Jumat (13/3) sore, mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi inflasi energi di tingkat global.
IHSG ditutup melemah 224,91 poin atau 3,05 persen ke posisi 7.137,20. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 22,86 poin atau 3,04 persen ke posisi 728,83.
Sepanjang Jumat, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 3,88 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun sebesar 3,84 persen dan 3,55 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, ROCK, ASPR, DUTI dan BESS. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS NTEV, KUAS, LPKR dan AMMN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.606.804 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,69 miliar lembar saham senilai Rp14,04 triliun. Sebanyak 104 saham naik 629 saham menurun, dan 86 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 633,40 poin atau 1,16 persen ke posisi 53.819,60, indeks Hang Seng melemah 251,16 poin atau 0,98 persen ke posisi 25.465,59, indeks Shanghai melemah 33,65 poin atau 0,81 persen ke posisi 4.095,50 dan indeks Straits Times melemah 13,06 poin atau 0,27 persen ke 4.842,27.***
