JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/1) sore, seiring pelaku pasar melakukan aksi profit taking (ambil untung) di akhir sesi perdagangan.
IHSG ditutup melemah 18,15 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.992,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,69 poin atau 0,42 persen ke posisi 875,10.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 1,54 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,44 persen dan 1,00 persen.
Sedangkan, tujuh sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 1,24 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 1,08 persen dan 0,96 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAJU, LPKR, DAAZ, GOLF dan MPPA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HDIT, ESIP, PTRO, BULL, dan BUMI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.090.539 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 72,15 miliar lembar saham senilai Rp37,95 triliun. Sebanyak 345 saham naik, 331 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 914,29 poin atau 1,73 persen ke 53.688,89, indeks Shanghai menguat 5,64 poin atau 0,14 persen ke 4.122,58, indeks Hang Seng menguat 44,90 poin atau 0,17 persen ke 26.629,96 dan indeks Strait Times menguat 18,43 poin atau 0,38 persen ke 4.828,31.***
