Jonathan David, Pemain Kanada.
VANCOUVER – Timnas Kanada gagal menjadi juara grup meski lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Dengan demikian skuad The Maple Leaf harus bermain di luar kandang lebih cepat.
Sebagai tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada punya keuntungan bertanding di dalam negeri selama fase grup. Mereka bermain sekali di Toronto dan dua kali di Vancouver.
Kanada sebetulnya punya kans untuk terus bertanding di dalam negeri sampai babak 16 besar, asalkan mampu finis sebagai juara grup. Begitu masuk perempat final dan seterusnya, barulah seluruh laga akan dimainkan di AS.
Kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir fase grup, Kamis (25/6) membuat Kanada finis sebagai runner-up Grup B dengan empat poin, di bawah Swiss yang memiliki tujuh poin. Meski lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia, namun tetap ada yang mengganjal.
Sebab Jonathan David dan kolega akan bermain di AS lebih cepat, yakni sejak 32 besar. Mereka dijadwalkan bertemu runner-up Grup A, yakni Afrika Selatan di Los Angeles Stadium, California pada Senin (29/6) pukul 02.00 WIB.
Pelatih Kanada Jesse Marsch mengaku kecewa dengan kenyataan ini. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain menerima dan mempersiapkan timnya sebaik mungkin.
“Saya pernah mengikuti Piala Dunia dan memiliki sejumlah momen besar, dan ketika Anda meraih satu kemenangan besar, membangun momentum dari situ sangat penting. Jadi saya kecewa kami tidak mampu meraih kemenangan atau hasil imbang (melawan Swiss) untuk tetap berada di sini (Vancouver),” ujar Marsch kepada TSN
Dengan demikian, Kanada tidak lagi didukung ribuan fansnya di dalam stadion. “Kami akan pergi ke LA dan mungkin akan menghadapi penonton tandang, jadi akan lebih sulit, tetapi kami tetap ingin membangkitkan semangat negara kami dan bermain dengan sangat baik di sana. Kami berada tepat di tempat yang kami inginkan. Kami sekarang berada di babak gugur, jadi mari kita berjuang,” kata Marsch.***
