Antrean ember kosong warga menunggu pengisian dari petugas BPBD Kota Padang, Sabtu (23/5).
PADANG (LB)- Dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat pada November 2025 lalu ternyata belum sepenuhnya pulih. Hingga Minggu (24/5), sejumlah warga di beberapa wilayah Kota Padang dilaporkan masih mengalami krisis air bersih yang cukup parah.
Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi sehari-hari, warga terdampak mengaku masih harus bergantung sepenuhnya pada distribusi bantuan air bersih dari pemerintah daerah setempat.
“Kami masih mengandalkan bantuan air tangki. Kalau tidak cukup, terpaksa mencari air ke tempat ibadah seperti masjid atau mushala atau menumpang ke rumah saudara yang airnya masih mengalir,” ujar Yanti, salah seorang warga terdampak di Kecamatan Kuranji, Minggu (24/5).
Merespons kondisi sosial tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus mengintensifkan penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan secara masif.
Berdasarkan data laporan rekapitulasi penanganan bencana, petugas gabungan telah menyisir sejumlah titik krusial di beberapa kecamatan, di antaranya: Kecamatan Kuranji: Jalan Kuranji Kampung Pinang (RT 06/RW 01), Perumahan Kamela Permai Blok C 16, dan Perumahan Ardana. Kecamatan Pauh: Kawasan Lambung Bukit dan Korong Gadang. Kecamatan Koto Tangah: Kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya.
Proses penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan sejak pagi hingga malam hari agar seluruh warga kebagian rata.
Dalam operasi jangka panjang pemulihan pascabencana ini, sejumlah armada operasional dikerahkan secara maksimal untuk bisa menjangkau pemukiman warga di gang-gang sempit. “BPBD Kota Padang mengerahkan satu unit armada tangki air bernomor polisi B 9096 TMA yang beroperasi hingga empat trip sehari.
Kapasitas distribusinya mencapai 5.000 liter per trip,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton dalam keterangan resminya.
Tidak hanya pihak BPBD, Dinas Damkar Kota Padang juga ikut menerjunkan tiga unit armada truk tangki tambahan untuk mempercepat mobilitas serta memangkas waktu antrean penyaluran di lapangan.
Jika diakumulasikan sejak awal masa tanggap darurat dibuka pada Desember 2025 hingga Mei 2026, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak sudah mencapai kurang lebih 12 juta liter.
Bantuan ini menjadi bentuk komitmen Pemkot Padang dalam memenuhi hak kebutuhan dasar warga yang sarana sanitasinya rusak terjangkus banjir.
Penyaluran air bersih secara berkala ini merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana yang berkelanjutan, khususnya bagi warga yang berada di zona rawan serta warga yang sampai saat ini masih terpaksa bertahan di hunian sementara (huntara).
Pemkot Padang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap bijak, efisien, dan hemat dalam menggunakan air bersih yang didistribusikan oleh petugas. Selain itu, warga juga diminta untuk aktif berkoordinasi dengan aparat kelurahan, RT/RW, atau petugas BPBD setempat jika wilayahnya mengalami keterlambatan pasokan atau membutuhkan volume distribusi air tambahan yang mendesak. *
