Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Vivi Yulaswati.
JAKARTA (LB)- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengharapkan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta berada pada kisaran 6,3-7,4 persen pada 2027 untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3-7,5 persen.
“Kami berharap DKI Jakarta bisa mendorong pertumbuhannya pada 2027 pada kisaran 6,3-7,4 persen, yang disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan kemiskinan dan juga pengangguran serta ketimpangan,” kata Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN, Vivi Yulaswati.
Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4), Vivi optimistis Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan juga kota global yang menyumbang sebesar 16,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen.
Saat ini, kata dia, struktur pertumbuhan ekonomi Jakarta didominasi sektor perdagangan, industri, serta jasa keuangan. Menurut Vivi, penguatan struktur industri harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat inovasi.
Selain itu, sambung dia, perbaikan iklim investasi juga harus didorong, dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, terutama di daerah-daerah yang masih perlu ditingkatkan, salah satunya Kepulauan Seribu.
Terkait investasi, Vivi mengatakan kendati Jakarta menjadi motor utama perekonomian dan juga investasi nasional, namun sebaran investasi di dalam wilayah Jakarta belum merata. Oleh karena itu, pada 2027, diperlukan kebijakan investasi yang diarahkan lebih inklusif guna mendorong pemerataan dan juga peningkatan nilai tambah wilayah.
Dia juga menilai beberapa kebijakan diperlukan untuk mendukung penguatan DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi, perdagangan, jasa, logistik, investasi, dan industri yang bernilai tambah.
“Industri tadi termasuk industri pariwisata, untuk kita mencari sumber-sumber pertumbuhan baru, kemudian perluasan dan pemerataan investasi, terutama di kawasan pengembangan baru, termasuk Kepulauan Seribu,” ungkap Vivi.
Sementara itu, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen sepanjang 2025, dibandingkan 2024 yang dicerminkan dengan nominal produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp3.926,15 triliun dan atas dasar harga konstan (ADKH) sebesar Rp2.263,24 triliun. Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,71 persen, dan tumbuh sebesar 3,41 persen dibandingkan dengan triwulan III-2025. *
