Dari total 1.200 ton sampah, DLH Kabupaten Cirebon hanya mampu menarik hingga 450 ton per hari.
CIREBON (LB)- Potensi timbunan sampah di Kabupaten Cirebon saat ini mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Untuk menangani persoalan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon membagi wilayah pelayanan pengangkutan sampah menjadi dua, yakni wilayah timur dan wilayah barat.
Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono, mengatakan pembagian wilayah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan sampah dengan keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada.
“Untuk wilayah timur, seluruh sampah diangkut ke TPA Kubang Deleg dengan luas sekitar 6 hektare dan kapasitas estimasi 500 ton per hari. Sementara wilayah barat masih mengandalkan TPA Gunung Santri seluas 2,5 hektare dengan kapasitas sekitar 400 ton per hari,” ungkap Fitroh, Senin (2/2).
Fitroh mengungkapkan, kemampuan riil DLH Kabupaten Cirebon dalam mengangkut sampah masih terbatas. Saat ini, volume sampah yang mampu diangkut setiap hari baru mencapai sekitar 450 ton.
“Artinya, masih ada sisa sampah yang belum terangkut. Sebagian ada yang tercecer dan sebagian lainnya dikelola secara mandiri oleh desa-desa,” ucapnya.
Solusi Pengolahan Sampah
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, DLH Kabupaten Cirebon saat ini mengajukan Program Solid Waste Management for Sustainable Urban Development kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Program tersebut telah diajukan dan akan disetujui apabila seluruh persyaratan dinilai telah memenuhi ketentuan.
Program ini merupakan sistem pengelolaan sampah modern yang berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya serta peningkatan kapasitas infrastruktur. Pendanaannya didukung oleh anggaran internasional.
“Tujuan utama program ini adalah mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mendukung ekonomi sirkular di wilayah perkotaan,” kata Fitroh.
Kegiatan dalam program tersebut lanjutnya, meliputi penyusunan Feasibility Study (FS), Readiness Criteria (RC), hingga Detailed Engineering Design (DED) untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Program ini juga melibatkan kerja sama dan dukungan hibah dari berbagai pihak, di antaranya Alliance to End Plastic Waste (AEPW) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB),” jelasnya.
Dia menambahkan, Implementasinya diharapkan dapat memperkuat pengolahan sampah mulai dari skala rumah tangga, TPS3R, hingga TPA agar memiliki nilai ekonomis.
Apabila program tersebut terealisasi, DLH memastikan wilayah timur Kabupaten Cirebon akan memiliki fasilitas pengolahan sampah yang dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. “Dengan demikian, permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat ditangani secara bertahap,” tukasnya. *
