Disayangkan, Timnas Indonesia Gagal Kalahkan Lebanon

Laga Indonesia melawan Lebanon.

SURABAYA – Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Lebanon dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9) malam WIB. Pelatih Patrick Kluivert menegaskan kekurangan di laga ini hanya gol.

Pasukan Kluivert sebetulnya punya banyak peluang sepanjang laga. Indonesia juga sangat dominan, namun penyelesaian akhir menjadi masalahnya. “Terlepas dari hasilnya, tentu saja kami mau menang. Mereka (pemain) menunjukkan semangat juang yang kuat. Saya rasa kami mendominasi permainan dan penguasaan bola. Pemain layak mendapatkan sanjungan, tapi sayangnya kami tidak bisa mencetak gol,” kata Kluivert.

Indonesia sebelumnya mengalahkan Taiwan dengan skor mencolok 6-0. Namun, Lebanon adalah lawan yang lebih berat daripada Taiwan.

Dalam catatan situs Lapangbola, Indonesia mampu menorehkan 81 persen ball possession. Soal percobaan, ada sembilan tembakan yang dilepaskan pemain timnas, tapi gagal mencapai bidang sasaran.

Lebanon bermain lebih efektif. Mereka melepaskan empat tembakan, sekali ditepis oleh kiper Indonesia, Emil Audero.

Akurasi passing Indonesia ada di angka 88 persen, berbanding 68 persen yang dicatatkan oleh Lebanon. Total, ada 619 umpan sukses dari Indonesia, sementara Lebanon mencatatkan 141.

Umpan silang masih menjadi pekerjaan rumah untuk Indonesia menatap babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari 20 percobaan Indonesia, cuma ada empat yang mencapai bidang sasaran.

Kehilangan Ole Romeny membuat ancaman lini depan Indonesia menurun. Di sepanjang 2025, Romeny menjadi pemain paling subur skuad Garuda dengan tiga gol yang sudah diciptakan.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, angkat bicara soal hasil yang didapat timnya. Menurutnya  timnas sudah menunjukkan mentalitas dan permainan terbaik, tapi kurang beruntung di depan gawang.

“Tensinya sangat bagus, kami punya mentalitas yang oke sejak awal. Kami mengatakan ini laga terakhir sebelum dua pertandingan penentuan di Oktober dan kami mengakhiri persiapan dengan baik. Saya rasa kami sudah melakukan itu dengan menunjukkan sikap dan mentalitas kami. Tentu saja kami ingin menang dan kami hanya kurang beruntung saja. Sayang sekali kami tidak menang karena kami tampil dominan, mereka hanya sekali mengambil kesempatan dan sisanya mereka tak melakukan apa-apa,”  kata Idzes.

Di sisi lain pasukan Miodrag Radulovic sukses meredam dominasi  tim Garuda. Lebanon hampir menempatkan seluruh pemainnya di area pertahanan sendiri. Mohamad Haidar  dan kolega  hanya mengandalkan serangan balik dalam upaya mencetak gol.

Taktik pertahanan gerendel dan serangan balik Lebanon nyaris berbuah gol di awal babak kedua. Karim Darwich lepas dari kawalan dan menembak bola ke arah gawang, tapi upayanya dapat digagalkan kiper Emil Audero Mulyadi.

Meski berakhir tanpa gol, duel Indonesia  kontra Lebanon sempat diwarnai beberapa pertikaian di antara kedua tim. Hal ini menunjukkan tensi panas yang terjadi di lapangan dirasakan seluruh pemain.

Radulovic menyebut timnya tak mungkin menerapkan pola permainan menyerang saat menghadapi Indonesia. Ia memilih pendekatan bertahan dengan formasi 5-3-2.

“Karena kami memainkan sistem taktik yang bagus melawan mereka. Kami mencoba menyerang, tetapi itu tidak mungkin. Selain itu, persiapan fisik kami tidak baik. Tetapi pertandingan ini akan membantu kami meningkatkan kepercayaan diri,” kata pelatih asal Montenegro itu.

Indonesia pada Oktober menjalani Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Merah-Putih berada satu grup dengan Arab Saudi dan Irak.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *