JAKARTA (LB)–Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Bersama Malaysia, kedua negara ini menyumbang lebih dari 80 persen produksi minyak sawit global.
Namun, berbeda dengan Malaysia yang mengekspor sebagian besar minyak sawit yang diproduksinya, Indonesia juga menjadi salah satu konsumen minyak sawit terbesar di dunia, yang memanfaatkannya sebagai minyak pangan maupun sebagai bahan baku biofuel.
Selain itu, program hilirisasi menjadi fokus utama kebijakan sektor perkebunan pada 2025, khususnya di industri kelapa sawit yang memegang peran signifikan dalam perekonomian nasional.
Implementasi biodiesel B40 diperkirakan menciptakan nilai tambah hingga Rp90 triliun dan membuka lebih dari 500.000 lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok .
Dengan peran signifikan tersebut, PT Fireworks Indonesia kembali akan menggelar PALMEX Jakarta edisi ke-16.

Pameran teknologi kelapa sawit internasional berskala besar ini akan berlangsung 6–7 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
PALMEX Jakarta kembali hadir untuk mempertemukan pelaku industri, pemangku kebijakan, dan investor global dengan inovasi teknologi terbaru yang mendukung produktivitas, ketahanan usaha, serta arah keberlanjutan sektor sawit Indonesia.
“PALMEX Jakarta bukan sekadar pameran. PALMEX Jakarta merupakan platform untuk para pelaku bisnis di industri kelapa sawit dapat terhubung, menemukan solusi, dan berkembang bersama,” kata Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong, dalam siaran pers tertulis, Selasa (21/4/2026).
Kenny menambahkan untuk tahun ini PALMEX Jakarta diperkirakan akan menarik lebih dari 7.000 profesional industri dan menghadirkan lebih dari 300 brand internasional dari Asia dan Eropa, yang akan menampilkan teknologi di bidang pengolahan, milling, otomasi, digitalisasi, serta manajemen lingkungan.
“Ini merupakan tempat di mana para pembeli serius dari sektor perkebunan, pabrik, dan refinery datang untuk mencari teknologi dan solusi langsung dari pemasok global,” pungkasnya. **
