Foto bersama usai Li Xiaojun memberikan souvenir kepada Ketum PPIT, Senin (18/8).
SHANXI (LB)–Pada 17 Agustus 2025 lalu, Delegasi PPIT (Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok) mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di KBRI Beijing.
Usai mengikuti upacara, keesokan harinya dengan menggunakan transportasi kereta cepat, delegasi PPIT bertolak ke Provinsi Shanxi, tepatnya ke Datong dan Taiyuan untuk melakukan serangkaian kunjungan.
Pada Senin (18/8/2025), delegasi PPIT yang dipimpin oleh Ketua Umum PPIT Dr. (H.C) Al Busyra Basnur, bersama Ketua PPIT S. Suryadi H, Wasekjen PPIT Aswen S Utomo dan Sekretaris PPIT Linda Endyanto mengunjungi CRRC Datong., Ltd., sebuah perusahaan yang fokus pada pembuatan komponen serta pemeliharaan lokomotif dan kereta cepat yang banyak diekspor ke berbagai negara Amerika, Eropa, Afrika dan juga Asia seperti Malaysia dan Arab Saudi.

Dalam kunjungannya tersebut, Delegasi PPIT diajak berkeliling pabrik untuk melihat secara langsung proses pembuatan berbagai komponen lokomotif dan kereta cepat.
Kunjungan ke Pabrik dan kantor CRRC Datong., Ltd. yang diterima oleh Li Xiaojun dan Ma Weiping menjadi pengalaman berkesan bagi Delegasi PPIT.
Selepas mengunjungi CRRC Datong., Ltd., delegasi PPIT bertolak ke Huayan Temple, salah satu destinasi wisata yang sarat dengan makna sejarah dan nilai budayanya. Huayan Temple dibangun pada tahun 1038 dengan luas 66.000 m².

Keesokan harinya, Selasa (19/8/2025) delegasi PPIT berkunjung ke CRRC Taiyuan Co., Ltd., yang berdiri sejak tahun 1934 dan bergerak dalam bidang manufaktur dan pemeliharaan produk kereta api.
CRRC Taiyuan Co., Ltd. juga memproduksi berbagai aksesoris kereta yang terbuat dari besi, baja, tembaga dan aluminium.
Jalin Kerja Sama
Kemudian pada hari yang sama, Selasa (19/8/2025), delegasi PPIT mengunjungi kantor Shanxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries dan kedatangannya disambut hangat oleh Executive Vice President Fan Qinghua.

“Sungguh sebuah kehormatan bagi PPIT dapat mengunjungi Shanxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries. PPIT yang bernaung di bawah Kementerian Luar Negeri telah menetapkan saya sebagai Ketua Umum sejak 1 Juni 2025 lalu dan hingga kini PPIT telah melakukan lebih dari 11 kegiatan baik di Indonesia maupun di Tiongkok,” ungkap Al Busyra Basnur mengawali perbincangan.

PPIT berharap pertemuan yang terjadi ini dapat menjadi sebuah awal hubungan yang baik antara PPIT dengan Shanxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries dalam meningkatkan hubungan Indonesia dan Tiongkok.
Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok akan terjalin erat jika dilakukan melalui pendekatan people to people.

“Meski hubungan government to government sangat penting namun hubungan people to people tak kalah pentingnya karena akan terus menjangkau langsung masyarakat antar kedua negara dan tentunya sangat berdampak bagi masa depan kedua negara,” kata Al Busyra Basnur.
PPIT berharap dengan Shanxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries dapat menjalin hubungan dalam bidang budaya dan pendidikan.

Dalam bidang budaya dapat dilakukan dengan menampilkan pentas seni dan budaya Indonesia di Shanxi, dalam bidang pendidikan akan dilakukan pertukaran pelajar dimana pelajar Indonesia akan dikirim selama seminggu untuk melakukan studi di Shanxi, demikian juga sebaliknya pelajar Shanxi akan dikirim ke Indonesia. Rencananya kegiatan pertukaran pelajar ini akan mulai dijalankan pada Mei 2026 mendatang dengan mengirimkan sekitar 5-10 pelajar.
Tak hanya itu, perbincangan pun berlanjut lebih dalam lagi, PPIT siap garap kerja sama sister city antara Provinsi Shanxi dengan salah satu provinsi di Indonesia karena hubungan bilateral kedua negara telah terjalin baik selama 75 tahun ini.
Fan Qinghua merespon positif hubungan kerja sama yang disampaikan oleh PPIT.
Fan berharap kerja sama ini dapat segera terwujud dalam bentuk penandatanganan MoU dan dapat segera dijalankan sesegera mungkin.

“Selama ini Shanxi telah melakukan berbagai hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan. Saya berharap kali ini melalui PPIT kami dapat bekerja sama lagi dengan Indonesia dalam berbagai bidang dimulai dari bidang pendidikan. Dengan adanya kegiatan pertukaran pelajar maka pelajar tersebut saat kembali ke negaranya dapat berkontribusi bagi negaranya. Dan lebih lanjut kami juga berharap dapat menjadi sister city bagi salah satu provinsi di Indonesia karena kami telah mengganggap PPIT sebagai saudara yang memiliki hubungan batin yang erat,” kata Fan dengan antusias.
Pada Rabu (20/8/2025) kunjungan berlanjut dengan mengunjungi TZCO atau Taiyuan Heavy Machinery Group Co., Ltd. yang dibuka sejak tahun 1950 yang merupakan produsen mesin berat seperti mesin derek, ekskavator, peralatan tenaga angin, komponen kereta api dan lainnya. TZCO atau Taiyuan Heavy Machinery Group Co., Ltd. adalah perusahaan milik Tiongkok yang sangat berperan penting dalam pembangunan Tiongkok dan produknya telah dijual ke lebih dari 50 negara. linda
